Pendaki Asal Austria Ditemukan Selamat di Pegunungan Luwu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Makassar - Pendaki asal Austria, D. Gebinger, akhirnya ditemukan tim gabungan setelah dinyatakan hilang sejak Ahad malam, 30 Oktober 2016. "Pendaki itu dalam kondisi lemas," kata koordinator Tim Reaksi Cepat, Syahrul, kepada Tempo, Selasa, 1 November 2016.

    Gebinger bersama pemandunya, Budi, ditemukan sekitar pukul 11.50 di lokasi sekitar 5 kilometer dari posko induk yang terletak di Desa Tamboke, Kecamatan Suka Maju, Kabupaten Luwu Utara. Tim mencari dari arah yang berlawanan dari titik pendakian. Syahrul berujar, dua orang itu turun dari puncak gunung dengan membuka jalur baru.

    "Perbekalan mereka habis dan makan tumbuhan hutan," ucapnya.

    Syahrul menuturkan kondisi Gebinger cukup memprihatinkan. Sekujur tubuhnya banyak terdapat goresan yang diduga ranting kayu. Sedangkan Budi dalam kondisi bugar.

    Gebinger dan Budi sudah tiba kembali di kaki gunung pada Senin siang, 31 Oktober 2016. Warga Austria itu mulai mendaki Gunung Tamboke pada Selasa, 25 Oktober 2016. Mereka mulai perjalanan dari Desa Tamboke, Kecamatan Suka Maju, Kabupaten Luwu Utara.

    Di pos tiga dan pos lima, dua orang itu sempat berpapasan dengan rombongan pendaki pecinta alam. Keduanya bahkan menyerahkan sebagian perbekalan karena berat.

    Syahrul menambahkan, dua orang itu juga menyatakan akan membuka jalur baru saat turun. Untuk memudahkan komunikasi, mereka menyerahkan nomor telepon. "Tapi, sejak Ahad, telepon mereka tidak bisa dihubungi," ujarnya.

    Saat ini, tutur dia, dua orang itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdi Djemma, Kota Palopo. Adapun dua tim pencari telah bergerak ke posko induk.

    ABDUL RAHMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.