Begini Cerita Pertemuan SBY dengan Wiranto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Wiranto saat disambangi Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, 1 November 2016. Foto: Humas Kemenkopolhukam

    Menkopolhukam Wiranto saat disambangi Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, 1 November 2016. Foto: Humas Kemenkopolhukam

    TEMPO.COJakarta - Mantan Presiden Indonesia yang keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, mendadak mendatangi kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan untuk menemui Menteri Wiranto pada Selasa, 1 November 2016. SBY datang sekitar pukul 12.00 disambut Wiranto.

    Pertemuan keduanya berlangsung tertutup selama 45 menit. SBY juga tak memberikan pernyataan apa pun kepada wartawan terkait dengan kedatangannya. Seusai pertemuan, SBY pamit pergi. Kemudian Wiranto mengadakan konferensi pers dadakan bersama wartawan.

    "Memang sudah lama Pak SBY ini berencana mengunjungi kantor Menkopolhukam," kata Wiranto di kantornya pada Selasa siang. Wiranto mengatakan kunjungan SBY ke kantornya untuk memberikan selamat kepada dia. "Memang tradisi kami begitu, untuk berbincang-bincang mengenai hal-hal yang menyangkut tugas polhukam tentunya."

    BacaMUI: Jokowi Perintahkan Polisi Proses Hukum Ahok

    Wiranto mengatakan pertemuan tersebut sebelumnya sempat tertunda karena dia masih sibuk kala itu. Siang itu, Wiranto bersama SBY mengaku membicarakan tugas yang diemban sebagai Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. Apalagi SBY pernah menjabat posisi yang sama saat Megawati menjadi presiden.

    Dia mengaku dekat dengan SBY sejak 1990-an. Selama menjadi teman, kata Wiranto, mereka saling mendukung satu sama lain. Termasuk memberi masukan konstruktif agar pekerjaan lebih mudah dan berhasil dilakukan.

    Wiranto menampik pertemuan itu terkait dengan pengungkapan kasus kematian aktivis HAM, Munir. Sebelumnya, SBY juga getol mendesak pemerintah agar membongkar dokumen hasil pencarian Tim Pencari Fakta (TPF) Munir. Hal ini untuk menangkap otak pelaku pembunuhan Munir.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.