Polisi Tangkap 2 Pengurus Koperasi di Pelabuhan Belawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggelar operasi penangkapan tersangka tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan pemerasan di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

    "Polisi menangkap dua pengurus koperasi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi," kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan secara tertulis pada Senin, 31 Oktober 2016.

    Herry mengatakan kedua tersangka yang ditangkap polisi itu adalah pengurus koperasi tenaga kerja bongkar-muat (TKBM) Upaya Karya bernama Angkasa Nababan dan Holmes Sitanggang. Keduanya sering memeras pengusaha agar membayar ongkos TKBM.

    Kata dia, tarif bongkar-muat yang diterapkan di pelabuhan itu sangat tinggi sehingga mencekik dan merugikan pengusaha. Jika pengusaha enggan membayar biaya bongkar-muat sesuai dengan yang diminta, mereka tak akan membongkar barang tersebut di pelabuhan.

    Dari penangkapan kedua tersangka, polisi menyita uang tunai Rp 300 juta yang diduga uang hasil pemerasan. Herry juga membawa sejumlah barang bukti transfer uang. Polisi masih menelusuri nilai transfer yang diberikan pengusaha kepada Koperasi TKBM Upaya Karya.

    Kepolisian juga membongkar dokumen terkait dengan ongkos bongkar-muat. Mereka mendapatkan dokumen milik koperasi tersebut, termasuk laporan keuangan, dan surat-surat kendaraan. Polisi juga menyita narkoba jenis sabu dari tangan pelaku.

    Polisi juga menduga kasus pemerasan ini melibatkan pejabat di Otoritas Pelabuhan Belawan. Saat ini kepolisian masih menggeledah kantor Pelabuhan Belawan. Polisi juga masih memeriksa tersangka dan sejumlah saksi.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.