Banjir Garut, BPBD Perkirakan Jumlah Korban Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan membersihkan sampah yang terbawa banjir bandang aliran Sungai Cimanuk, di Kampung Cimacan, Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 23 September 2016. ANTARAWahyu Putro A

    Relawan membersihkan sampah yang terbawa banjir bandang aliran Sungai Cimanuk, di Kampung Cimacan, Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 23 September 2016. ANTARAWahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan, jumlah korban banjir bandang luapan Sungai Cimanuk, pada 20 September 2016 diperkirakan bertambah. Hingga saat ini, korban hilang sebanyak 19 orang.

    "Sangat mungkin jumlah korban ini bertambah dari jumlah yang sebelumnya secara resmi dilaporkan hilang dan sudah ditemukan," kata Kepala Seksie Kesiapsiagaan BPBD Garut TB Agus Sofyan di sela-sela evakuasi penemuan satu korban banjir di Kampung Babakan Baru, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Ia menjelaskan, perkiraan korban bertambah karena adanya warga yang tidak melaporkan anggota keluarganya hilang dalam bencana banjir Garut tersebut.

    Baca juga: BPBD Klaim Penyebab Banjir di Pangandaran dan Garut Sama

    Ia mencontohkan, seperti jenazah yang baru ditemukan di areal pesawahan bernama Rizki Putra, 18 tahun, warga Lapang Paris, Kelurahan Sukakarya, merupakan korban yang tidak dilaporkan oleh keluarganya.

    "Rizki ini hilang bersama keluarganya yang lain namun tidak dilaporkan hilang, sehingga bisa dipastikan jumlah korban banjir bandang ini bertambah," katanya.

    Ia mengatakan korban Rizki ditemukan terkubur tanah oleh warga yang hendak menggarap tanah sawah, Selasa sekitar pukul 08.00 WIB.

    Simak juga: Walhi: Setiap Bulan Belasan Tewas Akibat Bencana di Jabar

    Kemudian, kata Agus, ada warga yang mengenali jenazah tersebut dengan ciri-ciri tasbih di bagian tangan. "Keluarga mengetahui korban dari tasbih yang dikenakan," katanya.

    Menurut Agus, banjir bandang Garut diperkirakan masih ada yang dilaporkan hilang maupun tidak dilaporkan oleh keluarganya.

    Tercatat korban yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir itu hingga tanggap darurat ditutup sebanyak 19 orang.

    "Setelah masa tanggap darurat selesai belum pernah menerima kembali adanya laporan keluarga atau tetangga, teman, atau rekan yang hilang," katanya.

    ANTARA

    Baca juga:
    Gubernur Bank Indonesia Kembali Mangkir dari Panggilan KPK
    SBY: Isu Dokumen TPF Munir Sudah Bernuansa Politis
    Usai Periksa Ahok, Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Saksi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.