Gubernur Rano: Banten Masuk Daerah Rawan Kelompok Radikal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Rano Karno duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 7 Januari 2016. KPK akan meminta keterangan Rano Karno sebagai saksi atas kasus dugaan suap dalam pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Banten Rano Karno duduk di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 7 Januari 2016. KPK akan meminta keterangan Rano Karno sebagai saksi atas kasus dugaan suap dalam pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Banten Rano Karno tidak menampik indikasi keberadaan simpatisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di daerahnya. Menurut Rano informasi tersebut sudah dia sampaikan kepada Luhut Panjaitan yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

    "Kami diberitahu, dan kami tahu di mana (simpatisan ISIS). Cuma saya tidak bisa bicara di media," kata Rano di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Rano menuturkan saat masih menjabat Menko Polhukam, Luhut pernah dua kali ke Banten dan berbicara di hadapan tokoh masyarakat dan alim ulama. Salah satu yang dibicarakan adalah potensi ancaman dari kelompok radikal, termasuk simpatisan ISIS.

    "Disampaikan, misalnya, diasumsikan akan kembali keluarga kita dari Suriah 100 orang, tiga orang dari Banten. Bukan orang Banten, tapi tinggalnya di Banten," kata Rano.

    Identitas oranag itu, kata Rano, sudah diketahui. Hal itu disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok tersebut. Semua tokoh masyarakat dan alim ulama pun merespons dengan turun langsung ke masyarakat untuk menyampaikan kehati-hatian pada masyarakat.

    BacaPelaku Penyerangan Polisi, Si Pendiam yang Gagal Jadi Polisi

    Rano mengakui Banten menjadi salah satu daerah yang jadi fokus utama pemerintah terhadap keberadaan kelompok radikal. Daerah lain adalah Solo dan beberapa daerah di Jawa Barat. "Artinya masyarakat Banten sudah tahu situasi seprti itu, tapi kami kan enggak tahu kapan dan dimana terjadi. Tapi tingkat kewaspadaan sudah ada dalam diri," kata dia.

    Pemerintah pun, kata Rano, sudah mendeteksi daerah-daerah yang rawan terhadap keberadaan kelompok radikal. Namun dia enggan menyebut dimana posisi tersebut di Banten. "Tentu saya enggak mungkin bicara di media," kata dia.

    SimakJessica Takut Hubungan Jaksa dengan Orang Tua Mirna, Kenapa?

    Rano mengibaratkan keberadaan kelompok radikal di Banten seperti kasus narkoba. Untuk kasus narkoba, pemerintah mengklasifikasikan Banten sebagai daerah merah. Potensi ini terjadi, kata Rano, karena posisi Banten yang menjadi pintu keluar-masuk orang dan barang.

    "Karena kami punya bandara, pabrik-pabrik, gudang-gudang, pelabuhan-pelabuhan 'tikus'," kata Rano. Peta-peta tersebut sudah diketahui. "Karena itu pengawasan di beberapa tempat cukup tinggi."

    Kamis pagi seseorang yang diduga simpatisan ISIS melakukan penusukan pada Kapolsek dan beberapa polisi di Tangerang. Di lokasi kejadian, polisi menemukan stiker ISIS yang ditempel di tiang tembok rumah. Pelaku belakangan diketahui tewas setelah sebelumnya kritis setelah ditembak polisi.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.