Pengakuan Istri Kedua Sanusi Soal Rumah Rp 16,5 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi (kanan) duduk menunggu jalannya sidang dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 24 Agustus 2016. Uang suap ini diduga untuk memengaruhi pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2035. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi (kanan) duduk menunggu jalannya sidang dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 24 Agustus 2016. Uang suap ini diduga untuk memengaruhi pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2035. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi mencecar istri Mohamad Sanusi, Evelien Irawan, ihwal rumah mewah seharga Rp 16,5 miliar di Jalan Haji Saidi, Cipete, Jakarta Selatan. Rumah itu diduga dibeli oleh terdakwa kasus dugaan suap reklamasi itu dan diberikan kepada istrinya.

    Evelien membantah rumah mewah itu dibeli oleh suaminya. Menurut dia, rumah yang kini disita oleh KPK itu dibeli oleh ayahnya, Jeffry Setiawan Tan. Evelien mengatakan, rumah berlantai dua itu dibeli dari Trian Subekhi pada 2014. Tak mau repot karena fokus dengan bisnisnya, Jeffry menyerahkan pembelian rumah itu kepada Evelien.

    Baca Juga

    Momen Mesra Anya Geraldine yang Bakal Dihapus dari YouTube
    Pesan Risma ke Cabup Mesuji: Suara Rakyat adalah Suara Tuhan

    "Jadi, setelah deal sama Trian, langsung diserahkan ke saya, tapi karena saya enggak mengerti masalah legal, saya minta tolong kepada suami saya," kata Evelien saat bersaksi untuk suaminya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2016.

    Evelien mengatakan rumah itu murni dipilih oleh ayahnya berdasarkan diskusi dengan keluarga. Ia pun menegaskan bahwa rumah tersebut tak ada sangkut-pautnya dengan Sanusi. "Suami saya yang mengatur. Saya enggak paham bagaimana detail mekanisme pembayarannya," ucap dia.

    Simak Pula

    Dilaporkan ke MKD, Ruhut: Kalau Tak Balas, Aku Orang Gila
    SBY: Bintangnya Hari Ini AHY, Sekarang Saya Pensiunan

    Mohamad Sanusi didakwa melakukan pencucian uang sebesar Rp 45,28 miliar. Jaksa penuntut umum dari KPK menyatakan harta tersebut ditengarai merupakan hasil korupsi saat menjabat anggota Dewan DKI Periode 2009-2014 dan Ketua Komisi D Dewan DKI Periode 2014-2019.

    Mantan politikus Gerindra itu diduga menggunakan duit Rp 45,28 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan serta kendaraan bermotor. Selain itu, Sanusi menyimpan uang sejumlah US$ 10 ribu dalam brankas di lantai satu rumah di Jalan Saidi I Nomor 23 Kelurahan Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Baca Juga
    Dilema Ahok: Antara Sombong dan Curi Start Kampanye
    Ratna Sarumpaet Ajak Penantang Ahok Kumpulkan Korban Gusuran

    Selanjutnya: Pengalihan kekayaan itu diduga...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.