Tanah Longsor di Semarang, Korban Terakhir Ditemukan Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rumah milik warga Tinjomoyo, Semarang menggantung akibat pondasi rumah  longsor, Selasa (17/1). TEMPO/Budi Purwanto

    Sebuah rumah milik warga Tinjomoyo, Semarang menggantung akibat pondasi rumah longsor, Selasa (17/1). TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Semarang - Jensen, 9 tahun, korban terakhir yang terjebak tanah longsor yang menimpa rumah di Perumahan Bukit Sari, Semarang, ditemukan tewas. Jenazah bocah itu dievakuasi tim SAR pada Senin dinihari, 3 Oktober 2016. Beberapa saat sebelumnya, tim lebih dulu mengevakuasi jenazah kakak Jensen, Jesica, 18 tahun.

    Kepala Kepolisian Semarang Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji mengatakan posisi kedua korban sebenarnya berdekatan. "Tapi tertimbun beton bangunan rumah," katanya.

    Dia mengatakan proses evakuasi cukup sulit mengingat bangunan rumah mewah berbahan baku beton tersebut. Petugas perlu melakukan observasi untuk mengantisipasi keselamatan mereka saat mengevakuasi korban.

    Sebanyak dua orang terjebak longsor setelah talud di kompleks Perumahan Bukit Sari, Kota Semarang, ambrol hingga menimpa rumah di perumahan itu akibat hujan yang terjadi sepanjang Minggu malam. Longsoran talud menimpa rumah di Jalan Bukit Bromo Nomor 26, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, hingga menyebabkan dua penghuninya terjebak.

    Sebanyak dua korban terjebak longsor, masing-masing bernama Jesica, 18 tahun, dan Jensen, 9 tahun. Mereka terjebak di salah satu kamar di rumah tersebut.

    Menurut penjaga rumah, Paidi, 53 tahun, saat kejadian, ada enam orang yang berada di dalam rumah. Enam orang tersebut adalah kedua korban; Enrico dan Kristin, orang tua korban; Mulyo Cahyono, kakek korban; dan seorang perawat.

    Rumah keluarga Enrico berada di sisi timur Perumahan Bukit Sari, tidak jauh dari Jalan Tol Dalam Kota Semarang. Adapun tebing yang longsor tersebut tingginya mencapai 12 meter.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.