Minggu, 22 September 2019

Lokasi Duit Dimas Kanjeng Masih Misteri, Siapa Abah Dofir?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ishomuddin

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ishomuddin

    TEMPO.CO, Probolinggo - Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengaku telah menyerahkan uang ratusan miliaran rupiah ke sejumlah orang kepercayaannya di Jakarta dan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Pengakuan itu meluncur dari mulut Dimas Kanjeng ketika ditemui oleh sejumlah anggota Komisi Hukum DPR di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2016.

    Dalam pertemuan yang disaksikan Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji, Dimas kanjeng menjawab sejumlah pertanyaan anggota Dewan. Di antaranya, dia mengungkapkan lokasi uang ratusan miliar itu disimpan. Dia menyebut sejumlah nama, salah satunya Abah Dofir yang tinggal di Kemang, Jakarta Selatan.

    Baca:
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng

    Inilah 3 Lokasi Dimas Kanjeng Diduga Rahasiakan Uangnya

    Namun, hingga kunjungan berakhir, Dimas Kanjeng tidak mengungkapkan secara detail sosok Abah Dofir yang dia maksudkan. Merespons pengakuan Dimas Kanjeng, Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur tidak percaya dengan keterangan yang disampaikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kepada anggota Komisi Hukum DPR di Mapolda Jawa Timur.

    "Bullshit itu," kata Kepala Sub Direktorat I Diraktorat Reserse dan Kriminal umum Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Cecep Ibrahim, kepada Tempo, Ahad, 2 Oktober 2016. Menurut Cecep, selama pemeriksaan, Dimas Kanjeng tak pernah menyebut alamat. Keterangannya selalu berubah-ubah. "Kalau memang benar di mana alamatnya?"

    Penyidik, kata Cecep, masih terus menelusuri asal-usul uang, di mana uang itu disimpan, digunakan untuk apa, dan siapa saja yang menerima. "Saat ini kami masih dalami melalui saksi-saksi dan pelapor," ujarnya. Cecep menyebutkan sejauh ini saksi yang sudah diperiksa ada enam orang. Adapun pelapor sebanyak tiga orang.

    Polisi menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya di Probolinggo pada 22 September 2016. Penangkapan itu terkait kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya, Abdul Ghani dan Ismail Hidayah. Selain pembunuhan, Taat terjerat kasus penipuan. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka untuk kedua kasus itu.

    NUR HADI

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng

    Baca Juga
    2 Koper Uang di Rumah Marwah Daud, Dikira dari Jin, Rupanya?
    Dimas Kanjeng Blakblakan ke Anggota DPR, Polisi: Bullshit!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.