Kapolri Lantik 2 Pejabat Polri dan 2 Kapolda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Zulkarnain Adinegara dan istri, Milawati, setelah pelantikan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 30 September 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Zulkarnain Adinegara dan istri, Milawati, setelah pelantikan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 30 September 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian melantik dua pejabat Polri dan dua kepala kepolisian daerah di Aula Rupatama, Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 30 September 2016.

    Baca:
    Heboh Gatot dan Dimas Kanjeng, Ternyata Ini Biangnya
    Ini Penampakan-penampakan Aneh Jessica Sebelum Bertemu Mirna
    Marwah Daud Sebut Dimas Kanjeng Punya Karomah, MUI Menjawab

    Tito melantik Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri Brigadir Jenderal Idham Azis. Idham sebelumnya menjabat Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri. Kepala Divpropam awalnya dijabat Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan yang kini menjadi Kepala Polda Metro Jaya.

    Tito juga melantik Kepala Pelayanan Markas (Kanyama) Polri Komisaris Besar Budi Widjanarko. Dia dulunya adalah Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya. Kayanma Polri ditinggalkan pejabat lama, Komisaris Besar Supratman, yang kini diangkat sebagai Widyaiswara Madya Sekolah Staf dan Pimpinan Sespim Polri Lembaga Pendidikan Polri.

    Dua kepala polda yang dilantik hari ini, yaitu Brigadir Jenderal Zulkarnain Adinegara sebagai Kapolda Riau serta Brigadir Jenderal Tugas Dwi Apriyanto sebagai Kapolda Maluku Utara. Kapolda Maluku Utara sebelumnya dijabat Zulkarnain.

    "Saya akan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan," kata Tito membacakan sumpah jabatan, diikuti pejabat yang dilantik. Mereka juga berjanji tidak akan melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi dari siapa saja.

    Tak seperti biasanya, Tito selaku inspektur upacara tak memberikan amanat. Saat ditanya wartawan, Tito mengaku ingin memanggil mereka ke ruangannya saja dibanding menyampaikan di depan umum.

    "Saya panggil saja nanti seluruh pejabat yang baru-baru supaya lebih detail," ujar Tito. "Amanat juga itu-itu aja, (ada ucapan) terima kasih dan dukungan semua pihak."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.