Dimas Kanjeng Tolak Demokan Penggandaan Uang, Karena Jin...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Subdirektorat I Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Cecep Ibrahim mengatakan pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengaku memiliki jin untuk membantu dia menggandakan uang.

    Namun, ketika diminta penyidik mempraktekkan cara menggandakan uang, Taat Pribadi enggan melakukannya. "Alasannya jinnya sudah pergi setelah terkena gas air mata polisi saat penangkapan Kamis pekan lalu," kata Cecep di sela pemeriksaan Taat Pribadi, Rabu, 28 September 2016.

    Menurut Cecep, pernyataan itu disampaikan Taat kepada dia saat diperiksa tak lama setelah diringkus polisi. "Kepada saya dia mengaku memiliki jin bernama jin iprit," kata Cecep.

    Saat digiring polisi ke ruang pemeriksaan, Taat Pribadi berkukuh mengaku bisa menggandakan uang. "Insyaallah, begitulah," kata dia.

    Taat Pribadi berujar mampu menggandakan uang dengan ilmu yang dia kuasasi. Dia mengaku melakukan penggandaan uang sejak 2006.

    Baca: Percaya Koper Ajaib Dimas Kanjeng, Setelah Dibuka …

    Meski telah ditangkap polisi, namun Taat Pribadi berjanji akan mengembalikan uang para pengikut yang sudah disetorkan kapadanya. "Jangan khawatir, akan saya kembalikan," katanya.

    Menurut dia, tindakan menggandakan uang itu dilakukanya dengan niat baik, yakni untuk membantu ribuan santrinya yang berada di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

    Simak: Diduga Menyimpang, MUI Kaji Ajaran Padepokan Dimas Kanjeng

    Kepala Subdirektorat III Direskrimum Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Taufik H.Z. menuturkan Taat diperiksa Rabu siang terkait kasus penipuan. Statusnya masih sebagai saksi. "Pemeriksaan tambahan untuk kasus penipuan," kata dia.

    Penyidik telah menerima tiga laporan penipuan. Satu dari tiga pelapor sudah diselesaikan dengan surat pernyataan. Namun, laporan itu hingga kini belum dicabut. Ketiga pelapor mengaku masing-masing telah menyetor Rp 1,5 miliar, Rp 800 juta, dan Rp 800 juta beserta perhiasan berharga.

    NUR HADI

    Populer:
    Rina Nose dan Fahrul Ketemu Lagi, Masih Sayang: Balikan?
    Sindir Mario, Hotman Paris: Tukang Becak pun Sayang Anaknya
    Kapsul Jumbo yang Jatuh di Sumenep Diduga Tangki Roket

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara