Mabes Polri Rotasi Kapolda Riau dan Direktur Narkoba Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian kembali memutasi sejumlah pejabat berpangkat perwira menengah. Berdasarkan salinan digital Surat Telegram Kepala Kepolisian RI Nomor ST/2235/IX/2016 tertanggal 23 September 2016, yang diterima Tempo, sejumlah nama masuk ke dalam daftar rotasi ini.

    Kapolda Riau Brigadir Jenderal Supriyanto dirotasi menjadi Irwil Il Itwasum Polri. Lalu posisinya akan diisi oleh Brigadir Jenderal Zulkarnain, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara.

    Berikutnya adalah Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Komisaris Besar Franky Haryanto Parapat, yang sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polri terkait dugaan kasus pemerasan terhadap tersangka pemilik narkoba. Komisaris Besar Muhammad Arief Ramdhani akan menggantikan posisi Franky. Arief sebelumnya menduduki posisi Analsis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

    Kemudian juga ada pemberitahuan mutasi untuk Komisaris Besar Krishna Murti, yang sekarang menjabat Kepala Bagian Pembangunan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter) Mabes Polri. Padahal, Krishna baru sekitar dua bulan ditugaskan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung.

    "Iya dimutasi untuk memperkuat Hubinter," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, melalui pesan WhatsApp kepada Tempo, Jumat, 23 September 2016.

    Boy mengatakan sosok Krishna dinilai dapat memperkuat divisi itu karena Polri akan menjadi tuan rumah Sidang Interpol pada November mendatang.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.