Ruhut Sitompul Puji-puji Ahok: Gratis Semua, Bos!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meyakini tidak ada pasangan calon gubernur-wakil gubernur lain yang mampu menyaingi pasangan inkumben, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017. "Ahok-Djarot sing ada lawan," kata Ruhut Sitompul saat dihubungi Tempo, Jumat, 23 September 2016.

    Ruhut memuji pasangan Ahok-Djarot yang terbukti membenahi segala permasalahan di Ibu Kota, dan membawa banyak perubahan. Ia mencontohkan, urusan perpanjangan kartu tanda penduduk kini lebih mudah. Selain itu, kemudahan juga dirasakan warga Jakarta ketika mengurus surat nikah dan akta kelahiran secara gratis. "Semua merasakan hebatnya Ahok. Gratis semua, bos!" tuturnya.

    Sedangkan pasangan calon lain, menurut Ruhut Sitompul, masih berupa janji-janji. Karena itu, ia tidak yakin apakah pasangan calon selain Ahok-Djarot akan mampu membuktikan janjinya jika terpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Yang sudah di depan mata sajalah, pilih Ahok."

    Ahok dan Djarot resmi diusung sebagai pasangan calon oleh PDI Perjuangan pada Selasa, 20 September 2016. Selain PDIP, ada tiga partai politik yang telah memberikan dukungannya kepada Ahok, yakni Partai NasDem, Hanura, dan Golkar.

    Pertimbangan PDIP dalam mengusung keduanya adalah karena Ahok merupakan gubernur inkumben yang bertugas meneruskan tugas pasangan Jokowi-Ahok, yang sebelumnya diusung partai pada pilkada DKI 2012. Namun, dua tahun setelahnya, Jokowi terpilih jadi presiden sehingga jabatannya digantikan Ahok.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.