PDIP Batal Boyong Risma, Warga Surabaya Lega

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. TEMPO/Widiarsi Agustina

    Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. TEMPO/Widiarsi Agustina

    TEMPO.CO, Surabaya -- Warga Surabaya menyambut gembira pengumuman Partai Demokrat Perjuangan Indonesia Perjuangan (PDIP), Selasa 20 September 2016. Partai banteng telah resmi mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017.

    Pertemuan antara partai dengan Ahok dan Djarot berlangsung di rumah Megawati, Jakarta pukul 17.25 WIB hingga 18.44 WIB. Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya berkali-kali disebut sebagai salah satu kandidat yang digadang-gadang bakal bersaing dengan Ahok, Gubernur DKI saat ini.

    Joice Gunawan, 35, warga Rungkut mengaku senang mendengar kabar tersebut. "Belum saatnya Risma ke Jakarta," ujarnya kepada Tempo, Selasa 20 September 2016.

    Joice mengaku termasuk pemilih Risma saat Pemilihan Wali Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Dia mengaku kagum dengan kinerja perempuan pertama yang memimpin kota Pahlawan tersebut. "Saya pernah melihat dia membantu mengatur arus lalu lintas dalam keadaan hujan yang bikin macet di Jalan Kertajaya," tuturnya.

    Baca juga:
    PDIP Umumkan Jagonya: Minta Ahok Kembali ke Khitahnya
    Diusung PDIP, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Ahok

    Selain itu, Joice juga melihat sewaktu Risma menanam bunga kembali di Taman Bungkul, pasca insiden taman rusak lantaran acara bagi-bagi es krim gratis. "Benar-benar membuat saya terkejut, dia mau terjun ke bawah," ujarnya. Apa yang dia lihat menimbulkan kesan bahwa Risma adalah figur yang tak hanya sekadar bicara, tapi juga bertindak.

    Yosef Richo, 30, dosen Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya berpendapat senada. "Risma masih terikat kontrak kerja dengan warga Surabaya," ucapnya.

    Yosef menilai Risma memang telah melaksanakan pekerjaannya dengan baik, tapi belum selesai. Menurut dia, banyak tugas Risma di periode kedua jabatannya yang baru setengah perjalanan. "Alangkah baiknya Risma menyelesaikan tugasnya tepat hingga masa kerjanya berakhir," katanya.

    Baca juga:
    Tiga Pertimbangan PDIP Pilih Ahok-Djarot di Pilkada DKI
    Diusung PDIP, Sekjen Hasto: Ahok Tidak Harus Jadi Kader

    Dengan demikian, dia melanjutkan, warga bisa melihat dan merasakan dampak kepemimpinan Risma. "Bukan hasil 50 persen atau kurang dan ditinggal pergi, lalu dialihfungsikan kepada orang baru," tutur dia.

    Angelic Putri, 39, warga Darmo Permai, juga mengaku bersyukur Risma tetap memimpin Surabaya. "Biar ditertibkan PNS yang nakal, biar Surabaya lebih maju," ucapnya. Dia berharap Risma bisa memperbaiki permasalahan birokrasi dan pelayanan instansi pemerintahan.

    NIEKE INDRIETTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.