Ruhut: Tidak Dukung Ahok, Demokrat Jadi Partai Gurem 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 22 Agustus 2016. Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan partainya harus mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017. Menurut dia, ada tradisi suatu partai akan menang di DKI bila kadernya menjadi gubernur. 

    Ruhut mengatakan, kalau tidak memiliki calon dan mencalonkan kader dari partai lain, Demokrat harus siap-siap dilibas dalam Pemilu 2019. "Jadi partai gurem di DKI," kata Ruhut saat dihubungi Tempo, Selasa, 20 September 2016.

    Baca:
    Besok PDIP Tentukan Calon DKI-1, Ahok-Djarot Dipilih? 
    Jadi Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid Bakal Digugat   
    Diejek Amien Rais Songong dan Mirip Dajal, Marahkah Ahok? 

    Ia menyarankan Demokrat mendukung Ahok karena saat ini Ahok berstatus nonpartai atau independen. "Itu yang kadang kader Demokrat enggak ngerti. Jam terbangnya kurang," ujarnya. 

    Ia mencontohkan, saat pemilihan legislatif 2009, Demokrat merajai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI dengan torehan 32 kursi. "Karena gubernurnya kader kami, Pak Foke (Fauzi Bowo)," ucapnya.

    Begitu pula saat pemilihan legislatif 2014, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mampu meraih 28 kursi di DKI, faktor dari Gubernur Joko Widodo. "Gerindra juga jangan sombong sekarang. Dia dapat 15 (kursi) karena dulu wagubnya Pak Ahok," tuturnya. 

    "Aku heran, kok ngotot enggak mau Ahok," kata Ruhut mempertanyakan sikap orang-orang dekat SBY. 

    Saat ini Partai Demokrat memang belum menentukan pilihan siapa yang akan diusung. Namun Ruhut sejak dua tahun lalu telah menyatakan mendukung Ahok. Menurut dia, hal ini sesuai dengan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta mempertimbangkan hasil survei saat mendukung seseorang. 

    "Sebagai kader, aku tetap tegas Ahok terus. Karena arahan Pak SBY hasil polling," ucapnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.