Kamis, 19 Juli 2018

Saling Hujat di Medsos dan Berita Online, Jokowi: Saya Sedih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat hadiri Resepsi Syukuran Tasyakuran Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, 19 September 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat hadiri Resepsi Syukuran Tasyakuran Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, 19 September 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Ponorogo- Presiden Joko Widodo mengatakan nilai-nilai luhur bangsa, seperti karakter, budi pekerti, optimisme, sopan santun, dan kerja keras mulai luntur.

    "Itulah yang saat ini kita kehilangan," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam resepsi peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin, 19 September 2016.

    Menurut dia, bukti mulai memudarnya nilai luhur bangsa sangat mencolok terjadi di media sosial. Sikap saling mencela, mengejek, merendahkan orang lain, mengolok-olok marak di akun twitter dan istagram.  "Antar teman seperti itu, antar bangsa seperti itu. Apakah itu nilai-nilai Islami, nilai-nilai Indonesia?" 

    Komentar negatif, ujar Jokowi, juga terjadi di portal berita online. Jokowi mengaku sering kali hanya membaca judul berita dan langsung meloncat ke bagian komentar di bawah berita. "Saya sedih. (Ada yang) saling menghujat, memaki. Saya meyakini bukan nilai Indonesia, budi pekerti kita", ujar Jokowi.

    Jokowi meminta seluruh elemen bangsa mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai yang mulai hilang tersebut. Upaya yang dijalankan pemerintah, kata dia, dengan merealisasikan program full day school di beberapa provinsi.

    "Saya sudah sampaikan kepada Mendikbud agar prosentase (pembelajaran) etika, budi pekerti, sopan santun ditambah prosentasenya untuk SD dan SMP," kata Jokowi.

    Kedatangan Jokowi ke Gontor didampingi  Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid yang sama-sama alumni pondok pesantren tersebut. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani juga turut mendampingi Presiden.

    Dalam kunjungannya itu, Presiden juga meresmikan gedung utama Universitas Darussalam Gontor dan peletakan batu pertama pembangunan menara masjid pondok setempat.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Rekomendasi Berita
    3 Fakta Hubungan Nadine Chandrawinata dan Gatot Brajamusti
    Diejek Amien Rais Songong dan Mirip Dajal, Marahkah Ahok?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.