Minggu, 22 September 2019

PDIP Gelar Rapat Khusus Pilkada DKI Jakarta Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi spanduk Relawan Ahok-Djarot di Jakarta, 25 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    Warga melintasi spanduk Relawan Ahok-Djarot di Jakarta, 25 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga mengatakan partainya punya alasan sehingga belum memutuskan bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah 2017.

    "Kenapa sedemikian lama? Sampai saat ini kami memang belum membahas pilkada DKI Jakarta di rapat DPP," kata Eriko dalam diskusi Polemik Radio Sindotrijaya Network dengan tema sinema politik pilkada DKI di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 17 September 2016.

    Eriko menjelaskan masih ada 12 daerah yang bakal calonnya belum diputuskan oleh PDIP. Di daerah lain, kata dia, partainya harus berkoalisi dengan partai lain.

    Eriko mengatakan Selasa atau Rabu pekan depan, PDIP mulai rapat khusus membahas pilkada Jakarta. "Data internal dan eksternal sudah kami dapatkan. Mudah-mudahan kami bisa memutuskan siapa calon PDIP," ujarnya.

    Eriko mengatakan dari awal PDIP sudah menetapkan tiga skenario dalam mengusung calon Gubernur DKI Jakarta. Skenario pertama, kata dia, PDIP bakal memilih calon dari hasil fit and proper test yang menghasilkan enam nama, termasuk kader PDIP. Kedua, PDIP bisa mengusung sendiri calon gubernur dan wakilnya yang kedua-duanya kader PDIP.

    Eriko mengatakan PDIP memungkinkan untuk mencalonkan gubernur sendiri karena partai ini memiliki 28 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI. Jumlah itu melebihi ketentuan minimal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum yaitu 20 persen dari total kursi DPRD.

    "Skenario ketiga, kami mendukung inkumben," ujar Eriko. Dia mengatakan skenario ketiga ini semakin kuat setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang ke kantor PDIP pada 17 Agustus lalu. "Terjadi perubahan karena beliau menyampaikan ingin diusung dan dicalonkan oleh PDIP. Diterima lengkap oleh ketua partai dan dewan pimpinan," ucapnya.

    Saat ini, lanjut Eriko, skenario ketiga itu menjadi skenario utama. Skenario pertama bergeser menjadi kedua, dan kedua menjadi ketiga.

    Eriko mengatakan hasil evaluasi yang dilakukan PDIP terhadap Ahok termasuk baik. "Dari hasil survei internal dan eksternal, memuaskan, meski tidak seratus persen," ucap Eriko.

    Dia mengatakan PDIP selalu menganggap pembangunan daerah tidak cukup hanya lima tahun dipimpin oleh kepala daerah. "Memang seharusnya sepuluh tahun (menjabat) bilamana ingin bekerja dengan baik," katanya.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe