Tanah Longsor, Jalur Selatan Tasik Bisa Dilalui Kereta Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang masuk jurang di Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, (4/4). Kecelakaan tersebut terjadi akibat tanah longsor. ANTARA/Adeng Bustomi

    Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang masuk jurang di Kadipaten Tasikmalaya, Jawa Barat, (4/4). Kecelakaan tersebut terjadi akibat tanah longsor. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Jalur yang tertimbun bisa dilalui kereta api pada Sabtu, 17 September 2016, pukul 04.40 WIB, setelah petugas PT Kereta Api Indonesia bekerja keras membersihkan material longsor yang menutupi rel di KM 238, Desa/Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

    "Pembersihan jalur selama empat jam," kata Kepala PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional II Bandung Saridal saat ditemui di lokasi longsor, Sabtu.

    Kereta api yang pertama melintas, yakni Kutojaya Selatan rute Bandung-Kutoarjo, pukul 04.40 WIB. Kereta kedua yang melintas, yakni Turangga rute Surabaya-Bandung, pukul 06.04 WIB. "Sudah lancar, normal," kata Saridal.

    Kereta api yang melintas hanya berkecepatan lima kilometer per jam. "Ada pembatasan kecepatan," ucapnya.

    Menurut Saridal, tidak ada penundaan keberangkatan kereta api pada peristiwa ini. Selain itu, tidak ada kereta yang memutar ke jalur utara.

    Dia menjelaskan, jalur selatan merupakan jalur rawan longsor. Terlebih saat musim hujan. "Jalur rawan longsor," ujarnya.

    Meminimalisasi kecelakaan kereta api akibat longsor, kata Saridal, pihaknya sudah menerjunkan 172 petugas cek jalur. Petugas tersebut siaga memeriksa kondisi jalur kereta. "Ada 172 petugas," katanya.

    Jalur kereta api tertimbun longsor di KM 238, Desa/Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu dinihari, 17 September, pukul 01.00 WIB. Bencana ini menyebabkan satu petugas pengecek jalur kereta api tewas tertimbun material longsor.

    "Petugas penjaga rawan sedang cek kondisi," kata Saridal saat ditemui di lokasi longsor, Sabtu pagi.

    Dia menjelaskan, korban tewas, Maman, 56 tahun, warga Cipeundeuy, Kabupaten Garut. Korban bekerja di Stasiun Cirahayu.

    Saat kejadian, jelas Saridal, korban mendapati adanya sedikit material longsoran yang menutupi rel. Dia dan tiga rekannya kemudian membersihkan material tersebut. "Kemudian ada longsor susulan yang menimbun korban," katanya.

    Kepala Kepolisian Kadipaten Ajun Komisaris Hima Rawalasi menambahkan, tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri. Namun, korban tertimbun longsor. "Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Lambau, Ciawi," ucapnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.