Minggu, 15 September 2019

Jemaah Haji Asal Brebes Hilang Saat Wukuf di Arafah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, memenuhi Jabal Rahmah saat melakukan wukuf yang berupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. Jabal Rahmah terkenal dengan terdapatnya pilar putih di atasnya, yang diketahui sebagai tempat terakhir Nabi Muhammad dalam berkhutbah. REUTERS

    Umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, memenuhi Jabal Rahmah saat melakukan wukuf yang berupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. Jabal Rahmah terkenal dengan terdapatnya pilar putih di atasnya, yang diketahui sebagai tempat terakhir Nabi Muhammad dalam berkhutbah. REUTERS

    TEMPO.CO, Brebes - Satu jemaah haji asal Brebes, Jawa Tengah, Istiqomah binti Zein, dilaporkan hilang saat wukuf di Arafah, Ahad, 11 September waktu setempat. Perempuan 54 tahun tersebut tidak diketahui keberadaannya setelah berpamitan ke toilet ketika hendak melakukan perjalanan dari Arafah ke Mina.

    “Waktu itu dia ikut rombongan bersama ibu-ibu jemaah haji lain,” kata dia Taufiqurrahman, 49 tahun, adik Istiqomah kepada Tempo, Selasa, 13 September 2016. Sempat dikabarkan ditemukan, ia masih menghilang hingga hari ini.

    Menurut Taufik, Istiqomah tidak membawa identitas maupun alat komunikasi. Saat itu, barang bawaannya dititipkan ke suami, Muhammad Natsir, 61 tahun. Pihak keluarga mengetahui informasi ini setelah suaminya menghubungi anaknya di Brebes via telepon.

    “Informasi terakhir, kakak saya sudah ditemukan oleh salah seorang ketua rombongan dari Jawa Timur, dan sudah dititipkan ke Hotel Zam-zam di dekat Makkah. Tapi ketika hendak ditemui di sana, kakak saya tidak ada. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya.

    Istiqomah, warga Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes ini berangkat dari Jakarta melalui haji plus, dari Biro Haji Duta Mulya, Jakarta. Menurut Taufiqurrahman, keberangkatan kakaknya yang berprofesi sebagai guru SD tersebut untuk haji ini atas undangan dari Raja Arab Saudi. “Jadi ikut kuota haji khusus gitu,” ujar dia.

    Istiqomah berangkat ke tanah suci pada 26 Agustus 2016. Rencananya dia bersama suami dan rombongan pulang ke tanah air pada 22 September 2016. Hingga saat ini pihak keluarga terus berkomunikasi dengan KJRI Arab Saudi untuk mencari keberadaan Istiqomah. “Rencana, kakak saya berangkat pulang ke Jakarta dari arab pada 21 September, dan tiba di Jakarta 22 September,” kata dia.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Brebes, Imam Hidayat, mengaku belum menerima laporan ihwal hilangnya haji asal Brebes di tanah suci. Pihaknya akan mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tahu keberadaan Istiqomah di tanah suci. “Kami belum dapat laporan,” ujar dia.

    Pihak PPIH, kata dia, justru baru mendapat laporan tentang meninggalnya salah satu jemaah haji dari Brebes di Musdalifah, seusai menjalankan wukuf di Arafah. Dia adalah Sumilah, 63 tahun, warga Desa Pepedan, RT 001/RW 001 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

    Sumilah berangkat bersama dengan rombongan Kloter 50 dari KBIH Sanabil, Kecamatan Sirampog, Brebes. Menurut Informasi, Sumilah meninggal karena penyakit TBC yang sudah lama dideritanya. “Dia yang berangkat sendirian ke tanah suci dari awal memang sudah mengidap penyakit itu. Bahkan saat berangkat menggunakan kursi roda,” kata Imam.

    Jenazah rencananya akan dimakamkan di tanah suci. Saat ini, pihak PPIH sedang menemui keluarga untuk memberitahu kabar ini. “Jadi terkait hak-hak keluarga seperti surat kematian dan lainnya menyusul. Kami masih menunggu kabar dari panitia di sana,” ujarnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.