Ledakan di Makassar, Polri: Kesalahan Penyimpanan Gas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Blok M, Jakarta, Senin, 12 September 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Blok M, Jakarta, Senin, 12 September 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COJakarta - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan ledakan tabung gas yang terjadi di Jalan Harimau, Kota Makassar, Ahad malam kemarin, merupakan murni kecelakaan. Dalam ledakan tersebut, dia mengatakan tidak ada korban tewas.

    "Tak ada kelalaian, sampai saat ini murni kecelakaan. Tidak ada laporan (pelanggaran)," ujar Syafruddin saat ditemui seusai salat Idul Adha di Lapangan Bhayangkara, Blok M, Jakarta, Senin, 12 September 2016.

    Syafruddin mengatakan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan dan mencari keterangan lengkap terkait dengan kejadian itu. Namun dia tidak menutup kemungkinan ledakan terjadi karena masalah pada sistem penyimpanan tabung gasnya.

    "Itu kan distributor gas. Mungkin masalah penyimpanannya, bisa jadi salah suhu," katanya. Sampai saat ini, ujar Syafruddin, tercatat sudah ada tiga korban luka-luka. ‎

    Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita kemarin itu, sejumlah rumah dan pertokoan rusak. Ledakan tersebut pun mengakibatkan aliran listrik di Kota Makassar padam sebagian.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.