Ibadah Haji, 127 Jemaah Melakukan Safari Wukuf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Calon Haji duduk di puncak Jabal Nur, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, 7 September 2016. Jutaan umat Muslim yang hendak menunaikan haji tahun ini akan bersiap untuk Wukuf di Padang Arafah. REUTERS/Ahmed Jadallah

    Seorang Calon Haji duduk di puncak Jabal Nur, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, 7 September 2016. Jutaan umat Muslim yang hendak menunaikan haji tahun ini akan bersiap untuk Wukuf di Padang Arafah. REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CO, Arafah - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, jumlah jemaah yang harus melakukan safari wukuf sebanyak 127 orang.

    "127 orang jemaah haji disafari-wukufkan, dengan rincian 90 orang dalam posisi duduk dan 37 orang dalam posisi berbaring," kata Anung di Arafah, Minggu, 11 September 2016.

    Sementara itu, tambah dia, jumlah jemaah haji yang badal haji dengan alasan kesehatan ada 32 orang. Badal haji adalah mewakilkan haji seseorang yang tidak mampu lagi berhaji atau telah meninggal.

    Safari wukuf adalah kegiatan membawa jemaah yang sakit menuju Arafah dengan menggunakan moda transportasi. Setelah berhenti sejenak jemaah yang sakit kembali dibawa ke fasilitas kesehatan.

    Untuk mengangkut mereka ke Padang Arafah, tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menggunakan 10 bus yang terdiri dari enam bus untuk jemaah yang dapat duduk dan empat bus untuk jemaah yang harus berbaring.

    Sebagai tambahan, kata dia, terdapat enam ambulans yang disediakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Mekkah untuk keperluan tersebut. Terdapat juga 20 ambulans sumbangan Muassasah atau pihak swasta yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk mengurusi haji.

    Sebelumnya ia menjelaskan secara umum ada tiga kategori jemaah. Kelompok satu adalah kelompok yang bisa dikelola oleh dokter kelompok terbang (kloter) yang artinya jemaah yang sehat.

    Kelompok dua adalah jemaah yang masih bisa dikelola dokter kloter tapi dengan pendampingan khusus atau jemaah yang sakit tapi masih bisa dikelola dokter kloter. Kelompok ketiga adalah jemaah yang harus melakukan safari wukuf.

    Sisanya, menurut Anung, adalah mereka yang harus dibadal-hajikan karena sudah tidak mampu lagi melakukan ibadah.

    Selama di Arafah, jemaah akan mengikuti salat subuh berjamaan dan kultum dari anggota Amirul Haj Masyhuril Khamis sebelum rangkaian kegiatan wukuf yang dimulai pada 10.30 waktu Arab Saudi.

    Rangkaian acara itu dibuka dengan doa dan talbiyah, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara diperkirakan selesai pada pukul 12.15 waktu Arab Saudi.

    Saat puncak wukuf yakni tergelincirnya matahari atau waktu dzuhur, acara akan diisi dengan khutbah wukuf yang akan disampaikan oleh naib Amirul Haj yang juga wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar.

    Seusai salat Dzuhur dan Ashar, maka para jamaah diberikan kesempatan untuk beribadah sendiri-sendiri. Pada kesempatan itu, menurut Konsultan Bimbingan Ibadah PPIH Daerah Kerja Mekkah Prof. Aswadi, jemaah hendaknya memanjatkan doa, zikir, membaca Al Quran, serta melakukan introspeksi diri. "Karena wukuf itu adalah berhenti meninggalkan yang buruk menuju yang baik," katanya.



    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.