Warga Sumatera Utara Peringati 11 Tahun Tragedi Mandala Jatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kecelakaan pesawat

    ilustrasi kecelakaan pesawat

    TEMPO.CO, Medan - Peringatan sebelas tahun jatuhnya pesawat Mandala Air digelar di kompleks pemakaman Masjid Raya Medan, Senin, 5 September 2016.

    Ratusan peziarah memadati makam Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, salah satu penumpang Mandala yang wafat dalam kecelakaan di Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, 5 September 2005. Mereka memanjatkan doa dan mendaras ayat-ayat suci Al-Quran.

    Ketua Majelis Ulama Medan M. Hatta dalam tausiahnya mengajak warga Sumatera Utara mengenang almarhum yang wafat pada usia 57 tahun. "Almarhum Tengku Rizal Nurdin meninggalkan sekian banyak kenangan, termasuk prinsip hidup almarhum saat memimpin umat dan memimpin warga Sumut," kata Hatta.

    BacaKecelakaan Pesawat Mandala di Medan Akibat Kerusakan Teknis

    Hatta juga mengajak peziarah mengenang almarhum Raja Inal Siregar, mantan Gubernur Sumatera Utara yang turut menjadi korban Mandala nahas itu. "Kita juga berkirim doa untuk almarhum Raja Inal Siregar. Semoga Haji Tengku Rizal Nurdin dan Raja Inal Siregar mendapat tempat yang mulia di sisi Allah," ujar Hatta.

    Tengku Rizal Nurdin menjabat Gubernur Sumatera Utara periode 1998-2003 dan 2003-2008. Sedangkan Raja Inal Siregar menjabat Gubernur Sumatera Utara periode 1988-1998. Saat musibah itu terjadi, Raja Inal Siregar menjabat anggota Dewan Perwakilan Daerah utusan Sumatera Utara.

    Salah satu peziarah, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, yang saat kejadian menjabat Wakil Bupati Serdang Bedagai, menuturkan, saat insiden terjadi sebelas tahun lalu, ia sedang dalam perjalanan mengunjungi salah satu desa."Saya langsung bergabung ke rumah dinas Bupati Serdang Bedagai Tengku Erry Nuradi yang tak lain adik Tengku Rizal Nurdin," kata Soekirman.

    SAHAT SIMATUPANG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.