58 Calon Haji dari Filipina Tiba di Soekarno-Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 168 WNI calon haji menyelesaikan imigration clearance di bandara international Filipina, 4 September 2016. dok. Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri

    Sebanyak 168 WNI calon haji menyelesaikan imigration clearance di bandara international Filipina, 4 September 2016. dok. Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri

    TEMPO.CO, Tangerang - Sebanyak 58 dari 168 warga Negara Indonesia yang mendapatkan clearance dari Otoritas Filipina untuk dideportasi terkait dengan masalah haji tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ahad, 4 September 2016.

    Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri M. Iqbal mengatakan
    168 calon haji dari Filipina yang menggunakan penerbangan khusus Air Asia XT 982 telah tiba di Makassar pukul 10.45. "Seluruh penumpang turun dan melakukan proses keimigrasian. Sebanyak 110 WNI turun di Makassar, sedangkan 58 orang lainnya transit menuju Jakarta," katanya kepada Tempo siang ini.

    Menurut Iqbal, Gubernur Sulawesi Selatan menerima langsung WNI asal Sulawesi Selatan dari Duta Besar RI Manila yang bersama Tim Kemenlu memimpin penerbangan khusus tersebut. "Pukul 13.20 pesawat XT 983 take off ke Jakarta membawa 58 WNI dan Dubes RI Manila serta Tim Kemenlu. Diperkirakan akan tiba di Jakarta pada pukul 14.10," katanya.

    Kedatangan para jemaah calon haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci ini disambut oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama di ruang VIP Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

    Sebanyak 58 calon haji ini akan diserah-terimakan oleh Duta Besar kepada pemerintah daerah masing-masing di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.