Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jabar Turunkan 500 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban  

image-gnews
Pemeriksaan  di Jabar sudah dilakukan sejak  1 September lalu dan akan terus diperiksa hingga menjelang hari H
Pemeriksaan di Jabar sudah dilakukan sejak 1 September lalu dan akan terus diperiksa hingga menjelang hari H
Iklan

INFOJABAR -Jelang hari raya Idul Adha, 12 September 2016,Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurunkan 500 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban. "Tujuannya supaya ada jaminan kesehatan bagi masyarakat saat membeli hewan kurban tersebut," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban di Gedung Pakuan Kota Bandung, Sabtu,  03 September 2016.

Petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban itu  berasal dari Dinas Peternakan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jabar, mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan Unpad serta dari DKM dan MUI untuk menjamin kehalalan hewan kurban tersebut.

Jaminan  kesehatan hewan kurban merupakan amanat dari  Undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan dimana Pemerintah Daerah bertanggung jawab menjamin daging yang beredar di masyarakat harus memenuhi persyaratan aman, sehat dan halal.

Aher sapaan akrab Gubernur memberikan tips memilih hewan kurban. Menurut dia, masyarakat di pelosok, dimana tim pemeriksa tidak sampai ke sana karena  keterbatasan jumlah tim, maka  masyarakat  diminta memilih hewan kurban dengan ciri-ciri hewan tersebut  gemuk, tidak keluar cairan pada hidung, lincah dan tidak kurus.  "Itu berarti sehat, pilihlah hewan kurban dengan ciri-ciri seperti itu,"  ujar  Aher.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk menjamin kesehatan masyarakat Jawa Barat, menurut Aher,  keberadaan rumah sakit khusus hewan sangat dibutuhkan  di seluruh Kabupaten dan Kota. Saat ini di Indonesia hanya ada satu-satunya rumah sakit hewan yaitu milik Pemprov Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jabar Dodi Firman Nugraha mengatakan,  pemeriksaan hewan kurban di seluruh Kabupaten dan Kota di Jabar sudah dilakukan sejak  1 September lalu dan akan terus diperiksa hingga menjelang hari H. “Sosialisasi dan bimbingan teknis pelatihan pemotongan hewan kurban juga telah dilaksanakan sejak sebulan  lalu," kata dia. (*)

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Cara Merawat Ban Tubeless Mobil

7 November 2022

Cara Merawat Ban Tubeless Mobil

Agar ban tubeless Anda mampu bertahan lama, pasti harus diperlakukan dengan baik sehingga tidak cepat rusak.


Guru TIK Batam Makin Melek Digital

29 Agustus 2022

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam | Foto: KEMENKOMINFO
Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar
Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

(Ki-ka) Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan bersama sekitar 300 diaspora Indonesia yang hadir secara virtual dalam Acara Silaturahmi Daring Diaspora Indonesia, Sabtu (19/2/2021).
BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI
Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA
HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.