KBRI Belum Pulangkan Dua Sandera yang Lolos, Alasannya...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Sofyan (tengah), korban sandera militan Abu Sayyaf, dikawal polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya. REUTERS/Stringer

    Muhammad Sofyan (tengah), korban sandera militan Abu Sayyaf, dikawal polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua sandera Indonesia yang berhasil meloloskan diri dari penyandera di Filipina, Muhammad Sofyan dan Ismail Tiro, masih menjalani pemeriksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menyatakan pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban penyanderaan ini. Sehingga keduanya tak bisa langsung dipulangkan ke Indonesia.

    "Mereka sedang di-briefing oleh KBRI," ucap Arrmanatha di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016. Arrmanatha enggan menjelaskan detail pemeriksaan yang tengah digali. Ia hanya mengatakan pemeriksaan sebelumnya dilakukan oleh intelijen Filipina. Sedangkan pemeriksaan kali ini dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. "Kami membutuhkan (informasi) mereka untuk operator di sana (Filipina)."

    Baca: Pemulangan Sandera Belum Jelas, Begini Kata Istri Sofyan

    Pemerintah, kata Arrmanatha, akan secepatnya mengembalikan Sofyan dan Ismail ke pihak keluarga bila informasi yang disampaikan sudah mencukupi. Sedangkan sembilan sandera lain, Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Filipina agar upaya pembebasan ditingkatkan.

    Dalam hal strategi pembebasan sandera, kata Armanatha, tugas utama Kementerian Luar Negeri ialah berdiplomasi dan saling bertukar informasi dengan pemerintah Filipina. "Kami juga sudah meminta Malaysia dan Filipina meningkatkan pengamanan wilayah perairan mereka," katanya.

    Sofyan dan Ismail yang merupakan anak buah kapal TB Charles berhasil lolos dari cengkeraman kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dua warga asal Sulawesi Selatan itu disandera selama dua bulan dan berhasil melarikan diri pada pertengahan Agustus ini.

    Baca: Ryamizard: Abu Sayyaf Digempur, Sandera Memanfaatkan Situasi

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.