Lagi, Jemaah Haji Asal Jateng Meninggal di Tanah Suci

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jemaah haji yang meninggal di Sharaya, Mekkah, Arab Saudi. ANTARA/Saptono

    Pemakaman jemaah haji yang meninggal di Sharaya, Mekkah, Arab Saudi. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Boyolali - Lagi, seorang jemaah haji asal Jawa Tengah yang berangkat pada gelombang pertama (9-21 Agustus) meninggal dunia di Arab Saudi.

    “Jemaah yang meninggal dunia itu atas nama Siti Maryam Ismail dari kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Tegal,” kata Koordinator Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, dr. Arqu Aminuzzab, pada Senin, 22 Agustus 2016.

    Informasi yang diterima PPIH Embarkasi Solo, jemaah haji perempuan berumur 60 tahun itu meninggal saat melaksanakan ibadah sa’i pada Minggu, 21 Agustus. Sa’i adalah salah satu rukun haji yang dilakukan dengan berjalan kaki atau berlari kecil bolak-balik sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Jarak kedua bukit itu sekitar 405 meter.

    “Jemaah haji itu mengerjakan sa’i dengan digandeng suaminya. Pada putaran ke enam, genggaman tangannya terlepas sehingga jatuh dan langsung meninggal dunia,” kata Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokoler PPIH Embarkasi Solo, Agus Widakdo.

    Menurut Agus, Siti Maryam diduga meninggal karena serangan jantung. Dari hasil pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada 9 Agustus lalu, Siti diketahui termasuk calon haji yang mendapatkan gelang risti (risiko tinggi).

    Dengan meninggalnya Siti Maryam, berarti sudah ada dua jemaah haji dari Jawa Tengah yang meninggal di Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Adapun yang pertama adalah Dijem Djoyo Kromo, dari kloter 18 asal Kabupaten Wonogiri. Perempuan 52 tahun itu meninggal di dalam pesawat saat baru mendarat di Madinah pada 16 Agustus lalu.

    Sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 15 Agustus lalu, Dijem didiagnosis mengidap penyakit diabetes dan hipertensi yang terkontrol. “Saat pertama kali masuk sini (Asrama Haji Donohudan Boyolali), dia hanya mengeluh pusing dan sudah diobservasi di poliklinik. Saat itu dia diduga hanya kecapekan,” ujar Arqu.

    Selain dua jamaah haji yang meninggal dunia, hingga kini masih ada empat calon jamaah haji dari PPIH Embarkasi Solo yang tertunda keberangkatannya lantaran masih menjalani rawat inap di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Dua calon haji itu dari dari Kabupaten Sleman, DIY, yaitu Sri Pudjiastuti Donowisastro, 70 tahun, dan Bakin Zaini Mustahid, 65 tahun.

    Adapun dua jamaah lagi dari Kabupaten Temanggung dan Klaten, Jateng, yaitu Robiyah Amat Turut, 72 tahun, dan Suprijati Sriana Martaja, 73 tahun. “Karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk diberangkatkan sesuai jadwal, keempat calon haji itu akan diikutkan ke kloter berikutnya jika sudah dinyatakan sehat,” kata Agus Widakdo.

    Berdasarkan data dari PPIH Embarkasi Solo, 26.561 calon jemaah haji asal Jateng dan DIY tahun ini terbagi dalam 74 kloter. Sebanyak 34 kloter yang terdiri dari 12.178 jemaah haji telah berangkat ke Arab Saudi dalam gelombang pertama sejak 9 - 21 Agustus. Adapun 40 kloter sisanya akan diberangkatkan dalam gelombang kedua sejak 23 Agustus – 5 September.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.