Anak Buah Terakhir Santoso dari Suku Uighur Dimakamkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Ibrahim Uighur, anak buah Santoso di Mujahidin Indonesia Timir dimakamkan di Paboya, Kota Palu, 19 Agustus 2016. TEMPO/Amar Burase

    Jenazah Ibrahim Uighur, anak buah Santoso di Mujahidin Indonesia Timir dimakamkan di Paboya, Kota Palu, 19 Agustus 2016. TEMPO/Amar Burase

    TEMPO.CO, Poso - Jenazah Ibrahim Uighur dimakamkan di Pekuburan Paboya, Kelurahan Paboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat, 19 Agustus 2016. Ibrahim diduga bagian dari Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso, yang selama ini bergerilya di hutan Poso.

    "Jenazah Ibrahim Uighur sudah selesai dimakamkan. Pukul 11.30 Wita tadi di Paboya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto kepada Tempo, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Ibrahim tewas saat adu tembak dengan Satuan Tugas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu, 17 Agustus 2016. Satu teman Ibrahim berhasil kabur dari sergapan Satgas. Mereka adalah sisa-sisa kelompok Santoso yang kini tengah tercerai-berai. Sebagian bahkan sudah menyerahkan diri.

    Menurut Hari, alasan polisi memakamkan Ibrahim di Pekuburan Poboya karena berkeluarga dengan lima warga Uighur lainnya. Mereka datang dari Cina dan bergabung dengan kelompok Santoso. Mereka juga tewas dibedil polisi.

    Polisi sebelumnya sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Kedutaan Cina. Namun terkendala, karena Ibrahim dan temannya tidak menggunakan paspor Cina. "Mereka sama sekali tidak punya paspor," ujar Hari.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.