Sebanyak 13 Pejabat Polri Naik Pangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) saat Konferensi Pers di Halim Perdanakusumah, Jakarta, 31 Juli 2016. TEMPO/Inge Klara

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) saat Konferensi Pers di Halim Perdanakusumah, Jakarta, 31 Juli 2016. TEMPO/Inge Klara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin prosesi kenaikan pangkat 13 pejabat di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia, Kamis, 18 Agustus 2016. Kegiatan bernama korps raport kenaikan pangkat ini bertempat di Aula Rupatama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

    "Harapan saya dengan kenaikan pangkat bukan hanya kenaikan pangkat, tapi kinerja," kata Tito Karnavian. Dia meminta para pejabat ini meningkatkan kinerja mereka. "Yang paling utama, dekat dengan masyarakat dan pelayanan yang lebih baik."

    Kenaikan pangkat itu sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 61/Polri/Tahun 2016 Tanggal 15 Agustus 2016 tentang Kenaikan Pangkat ke dan dalam Golongan Perwira Tinggi Polri.

    Ke-13 perwira tinggi Polri itu adalah:
    1. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigadir Jenderal Wilmar Marpaung, naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal.
    2. Kapolda Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Musyafak, naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal.
    3. Perwira Tinggi Staf Sumber Daya Manusia Polri (penugasan ke Badan Pertanahan Nasional RI), Brigadir Jenderal Bambang Kridtiyono, naik pangkat jadi Inspektur Jenderal.
    4. Wakil Kapolda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Joko Irianto menjadi Brigadir Jenderal.
    5. Wakil Kapolda Sulawesi Utara, Komisaris Besar Sutrisno Yudi Hermawan, menjadi Brigadir Jenderal.
    6. Kepala Pusat Sejarah Polri Komisaris Besar Istu Hari Winarto, menjadi Brigadir Jenderal.
    7. Perwira Tinggi Badan Reserse Kriminal Polri (penugasan di Badan Narkotika Nasional) Komisaris Besar Tri Agus Prasetyo, naik pangkat menjadi, Brigadir Jenderal.
    8. Perwira Tinggi Badan Reserse Kriminal Polri (penugasan di Badan Narkotika Nasional) Komisaris Besar Narullah BA, naik pangkat menjadi, Brigadir Jenderal.
    9. Perwira Tinggi Badan Intelijen Keamanan Polri (penugasan ke Badan Intelijen Negara), Komisaris Besar M. Syamsul Hidayat, naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
    10. Perwira Tinggi Badan Reserse Kriminal Polri (penugasan di Badan Narkotika Nasional) Komisaris Besar Eko Daniyanto, naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
    11. Perwira Tinggi Badan Reserse Kriminal Polri (penugasan di Badan Narkotika Nasional) Komisaris Besar I Gede Alidwidana, naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
    12. Perwira Tinggi Badan Intelijen Keamanan Polri (penugasan ke Badan Intelijen Negara), Komisaris Besar Mariyanto, naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
    13. Perwira Tinggi Badan Reserse Kriminal Polri (penugasan di Badan Narkotika Nasional) Komisaris Besar Tri Ananta, naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.