Pengganti Arcandra, Luhut: Lebih Pas Diisi Profesional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang ditinggalkan Arcandra Tahar masih kosong. Dalam pelaksanaannya, Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pelaksana tugas Menteri ESDM. Berkaitan dengan posisi pengganti Arcandra, Luhut mengatakan merupakan kewenangan Presiden. Namun, ia menyebut posisi tersebut lebih pas diisi kalangan profesional.

    "Presiden masih memproses. Saya kira tak akan lama," kata mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Senin, 15 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberhentian Arcandra Tahar dari kursi Menteri ESDM. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu diberhentikan secara hormat karena kepemilikan paspor Amerika Serikat.

    Setelah ditunjuk menjadi pelaksana tugas Menteri ESDM, Luhut langsung menggelar pertemuan dengan para pejabat di Kementerian ESDM. Luhut mengatakan akan meneruskan apa yang sudah dilakukan Arcandra. Selain soal menekan biaya pembangunan Blok Masela, pemerintah juga berencana menentukan harga gas yang pantas.

    Menurut Luhut, Arcandra Tahar belum memutuskan kebijakan strategis. Pasalnya, ia menjabat begitu singkat. "Belum. Masa 10 hari, 15 hari terus teken-teken," katanya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.