Jokowi: Jangan Gunakan Medsos untuk Mencela dan Mencaci  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo tengah menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Papua, 1 Januari 2016. Jokowi berada di Raja Ampat dalam rangka menyambut pergantian tahun 2015 menuju ke tahun 2016. Agus Soeparto/Fotografer Pribadi Presiden

    Presiden Joko Widodo tengah menanti matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Papua, 1 Januari 2016. Jokowi berada di Raja Ampat dalam rangka menyambut pergantian tahun 2015 menuju ke tahun 2016. Agus Soeparto/Fotografer Pribadi Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta gerakan Pramuka menggunakan teknologi informasi dengan baik dan cerdas. Media sosial, misalnya, jangan digunakan untuk mencaci dan mencela.

    "Saya mengingatkan kita semua agar media sosial jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif, apalagi digunakan untuk mencela, jangan. Untuk mengumpat, jangan. Untuk merendahkan orang lain, jangan," kata Jokowi saat membuka acara Hari Pramuka ke-55 dan Jambore Nasional X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu, 14 Agustus 2016.

    Presiden juga melarang media sosial digunakan untuk menjelekkan orang lain, menebar kebencian, asal bunyi, serta untuk ungkapan-ungkapan yang tidak produktif. "Jangan sampe terjadi," kata Jokowi.

    Jokowi mengajak gerakan Pramuka untuk senantiasa mengikuti kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan cepat. Gerakan Pramuka, kata dia, harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan baik dan cerdas, misalnya untuk menyebarkan pesan-pesan gerakan Pramuka.

    "Gunakan media sosial untuk mengajak anak-anak muda lainnya untuk bergabung ke gerakan Pramuka, untuk menarik minat anak-anak muda terlibat dalam gerakan Pramuka yang keren dan menyenangkan," kata Jokowi.

    Jambore Nasional X 2016 mengambil tema 'Bangun karakter Pramuka melalui kegiatan yang keren, gembira, dan asyik'. Jokowi mengatakan tema ini sangat terasa jiwa dan semangat anak mudanya.

    Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan Jambore Nasional ini dihadiri sekitar 25 ribu Pramuka dari 34 provinsi. "Mereka datang dari seluruh penjuru Nusantara demi menjalin persahabatan, persaudaraan, dan bertukar pengalaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka siap memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini di masa depan," kata Adhyaksa.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.