Anak SD Histeris Minta Risma Tidak ke Jakarta, Jawabannya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Perempuan Jawa Timur saat aksi menagih janji Risma untuk tetap memimpin Kota Surabaya di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa, 9 Agustus 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Aliansi Perempuan Jawa Timur saat aksi menagih janji Risma untuk tetap memimpin Kota Surabaya di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa, 9 Agustus 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya mengunjungi Sekolah Dasar Sumberejo II di Kecamatan Pakal, Surabaya, Kamis, 11 Agustus 2016. Memasuki pintu gerbang sekolah, para siswa yang melihat Risma langsung mengelu-elukan nama Risma. Sebab, saat itu para siswa sedang memasuki jam istirahat. “Bu Risma, Bu Risma, Bu Risma,” teriak para siswa.

    Siswa yang dekat dengan Risma langsung meminta salaman, sehingga yang lain mengikuti. Namun Risma langsung beranjak ke samping sekolah atau ke kamar mandi. Ia membuka kamar mandi itu, selanjutnya menemui semua siswa yang sudah berbaris di halaman sekolah.

    Baca: Pilkada DKI, Risma: Saya Segera Menghadap Ibu

    Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu langsung menyampaikan sambutan. Ia memberikan semangat kepada para siswa supaya rajin belajar untuk mencapai cita-citanya. “Selamat belajar, ya. Sudah ya, ditinggal Ibu ya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujar Risma pamit melalui pengeras suara.

    Para siswa itu langsung bersalaman satu per satu. Para guru pun tak ketinggalan ikut bersalaman. Tiba-tiba, seorang siswi bernama Emilia Ilmi menangis histeris sambil bersalaman dengan Risma, sehingga anak itu langsung dipeluk dan diminta untuk tidak menangis. Sambil mengusap air matanya, Emilia meminta Risma tidak meninggalkan Kota Surabaya untuk ikut dalam pemilihan kepala DKI Jakarta. “Ibu jangan ke Jakarta, pokoknya jangan, tidak boleh ke Jakarta,” tutur Emilia sambil menangis di pelukan Risma.

    Baca: Risma Blusukan Tiap Pagi, Sarapannya di Mobil 

    Sambil didekap, Risma mencoba menenangkan Emilia. Ia memastikan tidak akan ke Jakarta. "Enggak boleh nangis, ndak ya. Enggak ada yang ke Jakarta. Siapa yang ke Jakarta? Enggak ada yang ke Jakarta. Ayo gembira semuanya, ayo, cup, cup, kalau di sekolah harus bergembira," kata Risma sambil menepuk bahu Emilia yang berusaha ditenangkan itu.

    Mendengar jawaban itu, Emilia perlahan berhenti menangis. Ia mengusap air matanya. Namun sekali lagi dia tetap meminta Risma tidak berangkat ke Jakarta. “Ibu janji ya tidak akan ke Jakarta, di sini saja ya, Bu,” kata Emilia mengulangi permintaannya itu. Sambil menyalami siswa lain, Risma kembali memastikan tidak akan ke Jakarta.

    Baca:  Ini Untung-Rugi Risma Maju Pilkada DKI

    Emilia menuturkan Risma sudah cocok menjadi Wali Kota Surabaya, sehingga dia menganggap Risma tidak perlu ke Jakarta. “Bu Risma orangnya baik, enggak enak kalau tidak ada Bu Risma,” ucap Emilia kepada Tempo sambil tersedu-sedu menahan tangis.

    Saat dikonfirmasi menjelang meninggalkan SD itu, Risma tadi berjanji tidak akan ke mana-mana. Bahkan Risma memastikan dia sebenarnya ingin di Surabaya terus. “Aku pinginnya kan tidak ke Jakarta, tidak ke mana-mana,” kata Risma sambil tersenyum.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.