Satgas Tinombala Masih Buru 17 Orang Anggota Santoso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isteri Santoso, Jumiatun alias Umi Delima (tengah) diamankan anggota Satgas Operasi Tinombala setelah menyerahkan diri di Poso, Sulawesi Tengah, 23 Juli 2016. Jumiatun yang termasuk salah seorang dalam DPO kelompok Santoso menyerahkan diri ke Satgas Operasi Tinombala Sabtu (23/7) pagi. ANTARA FOTO/Satgas Operasi Tinombala

    Isteri Santoso, Jumiatun alias Umi Delima (tengah) diamankan anggota Satgas Operasi Tinombala setelah menyerahkan diri di Poso, Sulawesi Tengah, 23 Juli 2016. Jumiatun yang termasuk salah seorang dalam DPO kelompok Santoso menyerahkan diri ke Satgas Operasi Tinombala Sabtu (23/7) pagi. ANTARA FOTO/Satgas Operasi Tinombala

    TEMPO.CO, Poso - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mencatat, delapan anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berhasil diamankan dalam keadaan hidup. Sedangkan 16 lain ditemukan tewas setelah terjadi kontak dengan aparat keamanan di wilayah pegunungan hutan Poso, Sulawesi Tengah, dalam Operasi Tinombala 2016.

    Kepala Bidang Humas Polisi Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto menyebutkan, selama Operasi Tinombala hingga 6 Agustus 2016, delapan anak buah Santoso itu berhasil diamankan dalam keadaan hidup. "Sedangkan 16 lainnya itu tewas," katanya kepada Tempo, Ahad, 7 Agustus 2016.

    Menurut Hari, pada Jumat, 5 Agustus 2016, Tim Satuan Tugas Operasi Tinombala menerima salah seorang anggota kelompok Santoso yang menyerahkan diri di Dusun Ratulene, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Anak buah Santoso yang menyerahkan diri itu bernama Jumri alias Tamar, warga Poso. Jumri merupakan salah satu anggota Mujahidin Indonesia Timur yang masuk daftar pencarian orang di Poso.

    Dengan menyerahkan diri Jumri, tutur Hari, anggota kelompok Santoso yang masih buron tersisa 17 orang, termasuk Basri dan Ali Kalora. Kelompok Santoso diperkirakan masih berada di wilayah pegunungan hutan Poso.

    Berikut ini kelompok MIT yang belum tertangkap di Poso, yaitu:

    1. Basri alias Bagong alias Bang Ayas alias Opa (Poso)
    2. Ali Ahmad alias Ali Kalora (Poso)
    3. Firdaus alias Daus alias Barok alias Rangga (Bima)
    4. Askar alias Jaid alias Pak Guru (Bima)
    5. Adji Pandu Suwotomo alias Sobron (Jawa)
    6. Qatar alias Farel (Bima)
    7. Suharyono alias Yono Sayur (Poso)
    8. Salman alias Opik (Bima)
    9. Mohammad Faisal alias Namnung alias Kobar (Poso)
    10. Nae alias Galuh (Bima)
    11. Basir alias Romzi (Bima)
    12. Andika Eka Putra alias Anddika alias Hilal (Poso)
    13. Abu Alim (Bima)
    14. Kholid (Bima)
    15. Ibrohim (Uighur)
    16. Nurmi Usman alias Oma (Istri Basri/Bima)
    17. Tini Susanti alias Umi Fadel (Istri Ali Kalora/Poso)

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.