Pulang ke Magetan, Ketua KPK Terusik Bau Sungai Gandong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo saat menjadi narasumber Kelas Inspirasi di Magetan, Jawa Timur. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Ketua KPK Agus Rahardjo saat menjadi narasumber Kelas Inspirasi di Magetan, Jawa Timur. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Magetan - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Magetan, Jawa Timur, Sabtu, 6 Agustus 2016. Kehadiran Agus itu untuk mengikuti Pelantikan dan Pengukuhan Ikatan Alumni SMAN 1 Magetan periode.

    Di hadapan para alumnus dan siswa, Agus menyatakan pencemaran Kali Gandong yang melintasi tengah Kota Magetan akibat limbah cair dari lingkungan industri kulit perlu segera ditangani. Sebab, ucap Agus, pencemaran air kali itu sudah mengganggu warga yang tinggal di sekitarnya. "Baunya tidak enak," kata alumnus SMAN 1 Magetan angkatan 1972 ini.

    Untuk menanggulanginya, Agus menyatakan perlu dukungan pemerintah. Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni SMAN 1 Magetan ini mengaku telah meminta Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatasi pencemaran di Kali Gandong pada 2017. "Paling tidak fasilitasnya diberikan," ucapnya.

    Selain itu, alumnus SMAN 1 Magetan yang memiliki keahlian di bidang penanggulangan limbah diminta terlibat dalam menangani polusi Kali Gandong. "Nanti teman-teman (alumnus SMAN 1 Magetan) yang ahli polusi dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) akan membantu," ujar pria yang masa anak-anak dan remajanya dihabiskan di Jalan Semeru, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, ini.

    Semasa kecil, Agus mengaku sering memancing ikan di Kali Gandong. Namun kini, hewan air itu tidak bisa hidup lantaran tercemar limbah industri kulit. Karena itu, ia minta masalah lingkungan tersebut diatasi, agar keseimbangan alam kembali terjaga.

    Kali Gandong yang tercemar limbah cair industri kulit berada di Kecamatan Magetan di antaranya Kelurahan Ringinagung, Selosari, Magetan, dan Kepolorejo. Adapun jumlah industri penyamakan kulit mencapai 120 unit.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.