Pilkada Jakarta, Demokrat Tak Akan Buka Pintu untuk Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan calon gubernur Partai Demokrat di kantor DPD Demokrat Jakarta, Jumat 22 April 2016. TEMPO

    Sandiaga Uno menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan calon gubernur Partai Demokrat di kantor DPD Demokrat Jakarta, Jumat 22 April 2016. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan belum merumuskan nama calon gubernur dan calon wakil gubernur di pilkada DKI Jakarta. Demokrat juga diperkirakan tidak mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    “Dia (Ahok) enggak pernah datang di depan pintu kami, ngapain buka pintu?” kata Hinca dalam deklarasi Cagub dan Cawagub Sulawesi Barat dan Aceh yang diusung Partai Demokrat di Taman Partai Politik, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Hinca mengatakan pihaknya masih memerlukan waktu untuk berdiskusi di tengah menguatnya dinamika pilkada Jakarta. Ini yang menyebabkan pihaknya masih terus menggodok nama-nama yang ada. “Bukan sulit tentukan, tapi menarik sekali dinamikanya. Biarkan perbincangan mencapai puncaknya,” ujarnya.

    Sejauh ini, kata Hinca, mereka yang mendaftar ke Demokrat ada delapan orang. Di antaranya Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault, dan Yusril Ihza Mahendra. Dari kedelapan nama tersebut, tidak ada calon yang berasal dari Partai Demokrat.

    Hinca menyebutkan pilihannya sulit karena semua calon punya kekuatan sendiri. “Semuanya kuat karena berani datang ke Demokrat toh?” ujarnya.

    Menurut keterangan Hinca, Partai Demokrat akan berdiskusi dengan partai koalisinya untuk menentukan calon yang akan diusung. “Mereka (kedelapan calon) akan kami jual dulu ke partai-partai sahabat, cocok atau enggak, baru diperbincangkan lebih lanjut," ujarnya.

    IQRA ARDINI | M.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.