Warga Surabaya 'Teriak' Minta Risma Tak ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak cingur kepada warga di Festival Rujak Uleg Jalan Kembang Jepun Surabaya, 29 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membagikan rujak cingur kepada warga di Festival Rujak Uleg Jalan Kembang Jepun Surabaya, 29 Mei 2016. (MOHAMMAD SYARRAFAH)

    TEMPO.CO, Surabaya- Warga Kota Surabaya meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta. Permintaan itu disampaikan saat Risma turun ke lapangan untuk meninjau beberapa proyek pemerintah Kota Surabaya. Masyarakat yang bertemu dan melihatnya selalu meminta Risma menolak dicalonkan sebagai Gubernur DKI.

    Contohnya saja hari ini, Jumat 5 Agustus 2016. Tempo mengikuti Risma sejak keluar dari rumahnya di Taman Pondok Indah Wiyung, Surabaya. Keluar rumah, Risma langsung beranjak meninjau beberapa lokasi proyek yang sedang digarap oleh Pemerintah Kota Surabaya. Lokasi pertama yang dikunjunginya adalah proyek saluran di Kedurus II Kecamatan Karangpilang Surabaya.

    Baca: Pilkada DKI, Risma: Saya Segera Menghadap Ibu

    Saat itu, beberapa penduduk yang melihat Risma langsung melambaikan tangan dan berteriak supaya Risma tidak ikut Pilkada DKI Jakarta. “Bu Risma, jangan ke Jakarta, di Surabaya saja,” teriak seorang penduduk sambil melambaikan tangan. Risma pun membuka kaca mobil untuk membalas lambaian tangan disertai senyuman.

    Saat Risma berada di Sidotopo Kecamatan Semampir Surabaya, dia langsung menemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati. Mereka berdiskusi cukup lama. Tiba-tiba sejumlah penduduk berdatangan. Selain menyalami Risma, mereka lagi-lagi meminta Risma tidak ikut Pilkada DKI Jakarta. “Di Surabaya saja Bu Risma, jangan ke Jakarta ya,” kata salah seorang penduduk.

    Baca: Pilkada DKI, Tim Pendukung Akan Jemput Risma

    Ketika Risma akan meninggalkan tempat itu, satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan satu anak mendatanginya. Mereka lantas bersalaman satu persatu kepada Risma. “Bu Risma, tolong ibu jangan ke Jakarta ya, Surabaya masih butuh ibu,” kata sang suami, Sholeh, kepada Risma.

    Mendengar permintaan itu, Risma justru balik bertanya, “Lho, kata siapa saya ke Jakarta?” tanya Risma.

    “Tahu dari media Bu, pokoknya Bu Risma jangan ke Jakarta ya,” pintanya lagi. Risma menjawab permintaan keluarga itu dengan senyuman.

    Rombongan Risma melanjutkan perjalanannya ke lokasi berikutnya, yaitu proyek saluran air di Jalan Kenjeran atau di depan Kenjeran Park Surabaya. Tiba di lokasi, Risma mendapat sambutan dari ibu-ibu yang menunggu anak-anaknya sekolah Taman Kanak-kanak. Ibu-ibu ini berada di seberang jalan yang dipisahkan oleh saluran air. "Bu Risma... Bu Risma pancen oke, tapi jangan tinggalkan Surabaya, jangan ke Jakarta," teriak ibu-ibu itu sambil mengacungkan jempolnya.

    Mendengar teriakan itu, Risma melambaikan tangannya. Usai berdiskusi bersama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta stafnya, Risma menghampiri ibu-ibu itu dari seberang jalan. Akhirnya, ibu-ibu itu semakin histeris dan teriakannya semakin kencang. “Kalian nanti tak kasih pelatihan ya, daripada berdiam-diam seperti itu, barangkali ada yang bisa jadi pengusaha, kan enak,” kata Risma kepada ibu-ibu itu.

    Ibu-ibu itu kembali meminta kepada Risma supaya tidak meninggalkan Kota Surabaya. “Benaran lho Bu, jangan sampai ke Jakarta,” kata seorang ibu.

    “Iya benar, iya,” jawab Risma sambil melambaikan tangannya. Anak-anak TK yang baru keluar dari kelasnya itu juga melambaikan tangan kepada Risma.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.