Datangi Nusakambangan, Rohaniwan Dikawal Tiga Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Indonesia berjaga-jaga di pelabuhan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, menjelang pelaksanaan hukuman mati tahap III, 28 Juli 2016. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Petugas kepolisian Indonesia berjaga-jaga di pelabuhan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, menjelang pelaksanaan hukuman mati tahap III, 28 Juli 2016. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Cilacap - Para rohaniwan sejak pagi sudah berdatangan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Nusakambangan, Cilacap. Mereka dikawal anggota kepolisian menuju gedung satuan pengamanan di Wijaya Pura.

    Salah seorang rohaniwan, Hasan Makarim, menolak memberi komentar. "Jangan sekarang, ya," ujarnya terburu-buru, Kamis, 28 Juli 2016.

    Pada hari biasa, Hasan datang sendiri dan langsung menuju gedung satuan pengamanan. Menjelang eksekusi terpidana mati, dia datang dengan pengawalan tiga anggota kepolisian yang berseragam serbahitam. Meski ditanyai, Hasan tetap menolak memberikan komentar. "No comment dulu," tuturnya.

    Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan eksekusi terpidana mati kasus narkotik akan dilakukan Jumat besok. Apalagi sejumlah langkah tahap akhir menjelang eksekusi telah dilakukan, seperti pemindahan terpidana ke sel isolasi, pemenuhan permintaan terakhir, dan pengiriman notifikasi ke wali terpidana. "Jika tidak ada halangan, iya (berlangsung pekan ini)," ujarnya di Istana Kepresidenan, ,Rabu 27 Juli 2016.

    Total terpidana yang akan dieksekusi sebanyak 14 orang, terdiri atas 13 laki-laki dan satu perempuan.

    ANY | BETRIQ KINDI A.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.