Madura United Tidak Batasi Pemainnya Masuk Timnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Alfred Riedl (kanan) bersama asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pelatih Timnas Alfred Riedl (kanan) bersama asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bangkalan - Manajemen Kesebelasan Madura United tidak akan membatasi tim nasional merekrut pemainnya meski PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku penyelenggara Kompetisi Indonesia Soccer Championship membatasi timnas hanya boleh merekrut dua pemain dari setiap klub peserta ISC.

    Presiden Madura United Achsanul Qosasi mengatakan kelonggaran itu diberikan karena memperkuat tim nasional adalah cita-cita setiap pemain. Karena itu, siapa pun pemain Madura United yang dinginkan pelatih timnas Alfred Riddle akan diberikan jika memang dianggap memenuhi kriteria. "Kalau ada peluang, kenapa harus dibatasi," ucap Achsanul, Rabu, 27 Juli 2016.

    Menurut Achsanul, saat ini ada tiga pemain MU yang masuk radar timnas, yaitu Bayu Gatra, Elthon Mara, dan Engelberd Sani. Selain ketiganya, dua talenta muda Madura United, Ahmat Fauzi dan Asep, dinilai layak masuk timnas.

    Dia yakin, bila nanti banyak pemain Madura United ikut pelatnas, tidak akan mengganggu target untuk bertahan di papan atas klasemen sampai pertengahan musim berakhir. "Pemain lapis kedua kami setara pemain inti," ujarnya.

    Pendapat berbeda diungkapkan pelatih Madura United, Gomes De Oliviera. Dia ingin tidak terlalu banyak pemain Madura United yang direkrut timnas agar tidak mengganggu performa tim asuhannya. "Kalau tiga atau empat pemain masuk timnas, masih boleh," tuturnya.

    Dalam waktu dekat, Alfred Riddle segera mengumumkan 23 pemain yang akan dipanggil untuk memperkuat timnas. Sebab, pada Agustus nanti, timnas mulai pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang, untuk Piala AFF 2016. Turnamen antarnegara Asia ini berlangsung pada November-Desember 2016 di Myanmar dan Thailand.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.