Cuitan Sudirman Said Usai dari Istana: Tugas Besar Selesai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said meninjau Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali yang berlokasi di Gardu Induk Gandul, Cinere, Depok, 3 Juli 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said meninjau Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali yang berlokasi di Gardu Induk Gandul, Cinere, Depok, 3 Juli 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berkicau di akun Twitter miliknya @sudirmansaid terkait kinerjanya. "Alhamdulillah, tugas besar selesai," kata Sudirman seperti dikutip dari akun resminya, Selasa, 26 Juli 2016.

    Sudirman kemudian meneruskan cuitannya berkaitan dengan amal ibadah dan perjuangan yang kian lebar. "Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thanks semua," cuitnya.

    BACA: Isu Reshuffle, Beberapa Menteri Merapat ke Istana Presiden

    Belakangan, kabinet Presiden Joko Widodo sedang santer wacana reshuffle. Sejumlah menteri dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden. Rencananya, pada Rabu, 27 Juli, Presiden Jokowi akan mengumpulkan menteri dalam sidang paripurna kabinet.

    Sebelumnya, Sudirman Said juga sempat berkicau di akun miliknya. Dia mengatakan semua reformasi pada hakikatnya meninggalkan praktek masa lalu, mengejar ketertinggalan, dan membangun kontrak jangka panjang untuk masa depan negara.

    BACA: Reshuffle, Nurdin Halid Bantah Golkar Dapat Menteri Pertanian

    Pada Selasa siang, Sudirman juga berkicau terkait reformasi energi Indonesia yang menuai apresiasi dari forum internasional. Satu satunya, ia menyebutkan, di tingkat International Energy Agency (IEA).

    Sudirman sering berkicau terkait kinerjanya sebagai menteri. Baru kali ini dia mengucapkan kicauan yang bernada perpisahan. Sebelumnya, pada 23 Juli lalu, dia bahkan dengan tegas berkicau tentang mafia yang dia ibaratkan genderuwa (hantu) dan mirip kutu busuk.

    AVIT HIDAYAT

    BACA JUGA:
    Ahok Yakin Diusung PDIP: Kalau Menikah Kan Bagus
    Dijagokan Lawan Ahok, Kenapa Risma Disebut Mirip Jokowi?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.