Sidang Pembunuhan Mirna, Pengacara Jessica Siapkan Amunisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin memasuki ruangan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 Juni 2016. Putusan sela disampaikan untuk menentukan soal eksepsi penasihat hukum Jessica terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). TEMPO/Subekti

    Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin memasuki ruangan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 28 Juni 2016. Putusan sela disampaikan untuk menentukan soal eksepsi penasihat hukum Jessica terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juli 2016. Agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi.

    Tim pengacara Jessica mengaku siap menghadapi persidangan besok. "Kami siap sedia untuk persidangan ini. Besok acara keterangan saksi pukul 09.00 WIB," kata salah satu kuasa hukum Jessica, Hidayat Boestam, saat dihubungi, Selasa, 26 Juli 2016.

    Sebelumnya, jaksa menyampaikan akan mendatangkan dua saksi pada sidang lanjutan kedelapan besok. Namun, Hidayat mendapat kabar, ada dua saksi lain yang juga dihadirkan dalam persidangan tersebut.

    Terkait tambahan saksi itu, menurut Hidayat, jaksa penuntut umum tak mau membeberkan namanya. Ia menyayangkan sikap jaksa yang merahasiakan identitas saksi itu. "Harusnya jaksa sudah memberikan siapa saksi-saksinya. Jadi kesan itu tidak ditutup-tutupi. Kita kan tanya itu," kata dia.

    Ia mengatakan seharusnya tinggal dua saksi lagi, yaitu Devi dan Jukiah. "Dia menambahkan dua saksi lagi. Tolong dijelaskan namanya, siapa saksi dibacakan dan diberitahukan kepada kami. Agar kita baca BAP (berita acara pemeriksaan)."

    Kuasa hukum Jessica yang lain, Otto Hasibuan, mengatakan timnya telah menyiapkan bahan-bahan untuk menghadapi persidangan besok. Ia juga ingin mempertanyakan dan menegaskan beberapa hal yang dia rasa janggal pada fakta-fakta persidangan sebelumnya.

    "Ya tentu kami mempersiapkan bahan-bahan karena di persidangan yang lalu ada barang bukti yg hilang dan tidak dapat ditunjukkan oleh jaksa, padahal barang bukti tersebut telah disita oleh penyidik. Jadi kalau barang bukti hilang bagaimana kebenaran materil bisa di dapatkan?" kata Otto.

    Dalam persidangan sebelumnya, Otto menganggap jaksa mengabaikan tiga benda yang berkaitan dengan es kopi Vietnam, yakni sisa air panas dalam teko yang dicampurkan ke kopi yang kemudian diminum Mirna, sedotan yang berada di gelas kopi, dan kopi pembanding.

    "Kami kecewa karena pertama, jaksa tidak menyita air yang ada di dalam teko, padahal semua air itu berasa kan dari teko. Jadi kalau kita cari asal-usulnya, kalau sisa air itu tidak disita dan diperiksa, kita tidak bisa tahu sebenarnya secara sempurna dari mana asalnya sianida itu kalau ada," kata Otto.

    Mirna tewas setelah meminum es kopi Vietnam yang sudah dipesan Jessica, di kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu, 6 januari 2016. Baru sekali seruputan, Mirna kejang-kejang. Nyawa Mirna tak tertolong setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.