Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi rumah Daeng Te'ne (keluarga korban) di kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, 11 Mei 2016. Kunjungan ini terkait kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ayah kandung, Jamaluddin (34) terhadap anak kandungnya, MA(5) pada Kamis (05/05). TEMPO/Sakti Karuru

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi rumah Daeng Te'ne (keluarga korban) di kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, 11 Mei 2016. Kunjungan ini terkait kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ayah kandung, Jamaluddin (34) terhadap anak kandungnya, MA(5) pada Kamis (05/05). TEMPO/Sakti Karuru

    TEMPO.COMataram - Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Barat mewakili peserta membacakan 12 tuntutan sebagai pamungkas forum yang digelar pada 19-22 Juli 2016 tersebut.

    “Untuk mewujudkan Indonesia layak anak, kami anak Indonesia memohon,” ujar Rizal di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat malam, 22 Juli 2016. Dua belas tuntutan ini bertajuk “Suara Anak Indonesia 2016”. Keduanya membacakan secara bergantian.

    Pertama, agar pemerintah melindungi anak Indonesia dari segala bentuk kejahatan seksual dan menghukum pelakunya secara adil. Mereka juga berharap pemerintah segera menandatangani FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) dan menjauhkan anak-anak dari narkotik, psikotropika, dan zat adiktif (napza). “Jauhkan kami dari napza,” kata Rizal.

    Selain itu, Bilqis berharap pemerintah menjadikan sekolah dan kurikulum pendidikan menjadi ramah anak sampai ke daerah pelosok dan melindungi anak-anak dari pernikahan dini. Ia juga berharap pemerintah segera menghentikan segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi terhadap anak-anak. “Libatkan, dengarkan, penuhi aspirasi dan partisipasi kami,” tuturnya.

    Beberapa tuntutan lain yang dibacakan adalah menayangkan program televisi layak anak serta melindungi anak dari segala bentuk pornografi, pornoaksi, dan penyimpangan seksual. Selain itu, mempermudah dan meningkatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran, pemenuhan fasilitas umum untuk anak berkebutuhan khusus, dan mewujudkan lingkungan bermain yang ramah anak.

    Adapun Yohana menuturkan bakal membawa tuntutan ini kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, 12 suara anak Indonesia adalah bentuk komitmen dari anak Indonesia, dan negara harus melindunginya. “Tidak boleh ada kekerasan untuk anak Indonesia,” ucap Yohana.

    Yohana mengatakan kementeriannya bakal memiliki pekerjaan besar untuk menjawab tantangan dari forum ini. Ia bakal melibatkan beberapa lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dibacakan dalam forum tersebut. “Akan kami sikapi melalui jajaran kementerian dan lembaga lain untuk menjawab tantangan ini.”

    Forum Anak Nasional digelar 19-22 Juli 2016. Forum ini melibatkan sekitar 510 peserta berusia hingga 18 tahun. Berdasarkan pantauan Tempo dan penuturan beberapa peserta, 12 tuntutan ini dibuat murni dari pemikiran anak-anak yang terlibat dalam forum. Forum ini tertutup untuk orang dewasa. Beberapa orang tua pendamping bahkan harus menunggu di luar auditorium. Menteri Yohana menutup acara tersebut.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.