Kompetisi Sains Anak Kalbe Loloskan 18 Finalis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nilai utama dalam penjurian adalah kreativitas, inovasi, originalitas tanpa mengesampingkan nilai integritas.

    Nilai utama dalam penjurian adalah kreativitas, inovasi, originalitas tanpa mengesampingkan nilai integritas.

    INFO NASIONAL - Program lomba karya sains nasional bagi siswa/siswi tingkat sekolah dasar di Indonesia, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), memasuki penjurian 18 besar di Hotel Atlet Century, Jakarta, 29 Juni 2016. Ajang untuk menumbuh kembangkan kreativitas anak-anak di Indonesia bidang karya IPA Terpadu, teknologi terapan, dan matematika ini menjadi satu-satunya yang eksis di Indonesia untuk level sekolah dasar.

    Sejak 2011, KJSA yang dimotori oleh PT Kalbe Farma Tbk. terus menunjukkan peningkatan keikutsertaan. “Pada 2016 ini terkumpul 917 karya sains dari 358 sekolah di 23 provinsi Indonesia. Ada kenaikan 13 persen untuk karya dan 51 persen sekolah dibanding 2015,” tutur Arief Nugroho, Ketua Panitia KJSA 2016.

    Untuk mendapatkan penilaian yang fair, KJSA 2016 mengandalkan juri dengan kompetensi bidang pendidikan dan sains. “Nilai utama dalam penjurian adalah kreativitas, inovasi, originalitas tanpa mengesampingkan nilai integritas. Hasil karya sains untuk memecahkan problem yang dihadapi anak-anak di lingkungan mereka sendiri,” jelas Dr. L.T. Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI sebagai ketua juri. Nantinya, dari 18 besar yang terpilih akan diundang untuk presentasi karyanya di Jakarta untuk kemudian berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Kalbe.

    Setelah melalui penjurian yang mendalam diperoleh 18 finalis KJSA 2016, yaitu (1) Leon Immanuel dari SDK 6 BPK Penabur Bandung, (2) Amira Tresnakusuma Aisha dari Sekolah Kuntum Cemerlang Bandung, (3) Aisyah Dinda S & Azizah, Izzah, Kiesha dari SDIT Insantama Bogor, (4) Muhammad Daffa Rizki Ferdiansyah & Alya Salsabila Bisri SD Muhammadiyah 2 Gresik, (5) Nasya Nadhira Ghazyah & Nadiya Rahma Ihsandari dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik.

    Kemudian (6) Callista Samantha Dina Charis dari SD Kanisius Jepara, (7) Ahnaf Fauzy Zulkarnain dari SDN Karangrejek II Kab. Gunung Kidul, (8) Octafianus Reno & Isak dari SDN 17 Nanga Bungan Kab. Kapuas Hulu, (9) Lambang Ardi Kusuma  A.R & Luthfi Azizah Khoironi SD Islam Almaarif 01 Singosari Kab. Malang, (10) Muh. Uswah Syukur dari SD Negeri 71 Pare Pare, (11) Davon Perry Nugroho dari SD Kristen Tri Tunggal Semarang,

    Selanjutnya (12) Fayaquna Wardah Islamadina dari SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang, (13) Yesaya Sandya Putra Prabaswara & Josephine Meisya Candrakanti dari SD Kristen Widya Wacana Jamsaren Solo, (14) Ardelia Luthfi Agata & Dewi Febria Adhaneira dari Young Edu Sains Surakarta, (15) Satrio Putro Harijadi & Jeremy Dominic Adestus Gerungan dari SD Yuwati Bhakti Sukabumi, (16) Juan Carlo Vieri & Eugenia Aileen Putrijaya dari SD Intan Permata Hati East Surabaya, (17) M. Attariza Wanggono dari SDIT AT–Taqwa Surabaya, (18) Jeff Nathan Setiawan & Matthew RadityaSidik dari Sekolah Harapan Bangsa Primary Modernhill Tangerang Selatan.

    Karya-karya sains hasil anak-anak kreatif ini antara lain Pompa Sederhana Penekan Tahu (Pascalu), Biopori Reversible, Detektor Membaca Sehat (Tomat), Kandang Cerdas Teknologi Android, Alat Perontok Jagung Dan Pasah Singkong/Pisang, Tas Payung Serbaguna (Tangguna), Portable Tangki Air Wc Jongkok, Tarik Srek-Srek Papan Tulis Bersih, ABC (Alarm Book Chores), Kancing Difable, Alat Pendeteksi Kesesuaian Buku dengan Jadwal Pelajaran, Smart Pencil Case, Kotak Pensil Pintar Beralarm yang Anti Ketinggalan dan Anti Kehilangan, hingga Tongkat  Penuntun Surga. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.