Ahok Sebut Ada Penyusup Dalam Tubuh Teman Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri penghitungan satu juta ktp di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, 19 Juni 2016. Teman Ahok menyatakan telah berhasil mengumpulkan satu juta KTP untuk mendukung pencalonan Basuki dalam Pilgub mendatang dari jalur independen. M Iqbal Ichsan/Tempo

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri penghitungan satu juta ktp di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, 19 Juni 2016. Teman Ahok menyatakan telah berhasil mengumpulkan satu juta KTP untuk mendukung pencalonan Basuki dalam Pilgub mendatang dari jalur independen. M Iqbal Ichsan/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan kemunculan eks Teman Ahok yang mengklaim ada kecurangan dalam pengumpulan KTP adalah bentukan dari dari organisasi masyarakat (ormas) tertentu. Munculnya mantan Teman Ahok itu, kata Basuki, menunjukkan ada penyusup dalam Teman Ahok. 

    "Ya, mereka sudah mengaku kok, mereka anak ormas," kata Ahok di Visual Art Exhibition, Gedung Pos Indonesia, Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2016. Namun Ahok tak menyebut nama ormas yang dimaksud.

    Menurut Ahok, sistem yang telah dibangun oleh kelompok relawannya tersebut sudah baik. Setiap tindakan curang akan mudah dideteksi. Misalnya saja ada seorang relawan yang mencatut nama, Teman Ahok bisa langsung mengecek validitasnya.

    Setiap kartu tanda penduduk (KTP) yang dikumpulkan oleh relawan, kata Ahok, akan diverifikasi dari pusat berupa pesan pemberitahuan bahwa orang tersebut telah berpartisipasi. "Misalnya dia mencatut nama kamu, Teman Ahok akan kirim notifikasi. Begitu (kamu) merasa enggak pernah isi form, kamu protes dong," kata Ahok.

    Ahok menilai ada pihak yang sengaja membuat kecurangan untuk menghalangi langkahnya maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang. Dengan munculnya mantan Teman Ahok ini, Ahok menyimpulkan ada penyusup dalam tubuh Teman Ahok.

    "Dari situ ketahuan ada orang yang emang yang dalam tanda kutip sebagai penyusup. Jelas, kan. Dia ngaku kok kalau dia dari ormas apa gitu," ucap Ahok.

    Para eks relawan Teman Ahok ini sebelumnya mengungkap adanya dugaan manipulasi yang dilakukan mereka dalam mengumpulkan salinan KTP untuk mendukung Ahok. Mereka mengaku selama ini kerap mengumpulkan KTP bodong demi mengejar target satu juta KTP.

    Pengumpulan KTP merupakan cara yang dilakukan oleh relawan untuk mencalonkan Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengajukan syarat bagi pasangan calon non-partai untuk menggalang dukungan hingga minimal 532.210 pemilih atau 7,5 persen dari daftar pemilih tetap.

    Sejak Mei lalu, jumlah KTP sebagai syarat sudah terpenuhi. Sampai hari ini, berdasarkan pantauan dari situs yang dibuat oleh tim relawannya,www.temanahok.com, jumlah KTP terus bertambah, dan sudah mencapai 1.024.632 lembar.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.