Dibiayai Keluarga, SAR Lanjutkan Pencarian Pendaki Swiss  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak Gunung Semeru (Mahameru). TEMPO/Abdi Purmono

    Puncak Gunung Semeru (Mahameru). TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.COLumajang - Kepala Kepolisian Sektor Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Inspektur Satu Dadang Martianto mengatakan pencarian terhadap pendaki Swiss, Lionel Du Creaux, yang hilang di Gunung Semeru sejak tiga pekan lalu kembali dilanjutkan, Selasa, 21 Juni 2016. "Keluarga korban masih menghendaki tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap survivor," katanya. 

    Semula, kata Dadang, berdasarkan prosedur operasional standar Badan SAR Nasional (Basarnas), pencarian sudah dihentikan setelah tujuh hari dan diperpanjang tiga hari lagi.  Namun, karena keluarga Lionel menghendaki pencarian dilanjutkan, akhirnya tim pencari bergerak lagi. "Kemarin sudah diterjunkan tim untuk mulai melakukan pencarian," ujarnya. 

    Personel yang terlibat dalam pencarian lanjutan, ujar Dadang, sebagian merupakan orang-orang yang terjun dalam pencarian sebelumnya. "Informasinya, yang diterjunkan ialah tim SAR Lumajang dan Basarnas," tuturnya. 

    Dadang mengaku belum menerima laporan strategi pencarian tahap kedua ini. Namun dia mendapat kabar bahwa proses pencarian susulan itu dibiayai keluarga Lionel. "Keluarga survivor yang membiayai," ucapnya.

    Proses pencarian pertama dilakukan sejak Kamis, 9 Juni 2016. Petugas mengoperasikan drone untuk mendukung pencarian. Namun, lantaran angin kencang dan kabut tebal, pemakaian drone tidak maksimal. 

    Lionel mendaki bersama rekannya, Alice Guignard, dari arah Malang. Mereka tiba di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada 3 Juni 2016, pukul 07.00 WIB, dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos dan tanpa register/tiket (ilegal). 

    Pada pukul 10.22, pendakian mereka sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati hingga pukul 11.55. Perjalanan dilanjutkan ke Watu Gede pada pukul 14.01 WIB. Pada pukul 17.47, Alice menyerah. Namun Lionel tetap melanjutkan ke puncak sendirian, sedangkan Alice memutuskan kembali ke Kalimati. 

    Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggungan bukit ke arah Arcopodo. Di lokasi ini, Alice bertahan dan menunggu selama dua hari dua malam. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri dari Tim Haspala Malang, yang sedang memandu tamu. 

    Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakannya meminta tolong didengar Heri. Selanjutnya Alice dibawa turun. Pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya Lionel kepada petugas di Resor Ranu Pani. 

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.