Longsor di Sulawesi Utara, Empat Orang Tertimbun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua alat berat membersihkan  longsoran tanah  yang menutupi jalan Tomohon-Manado di Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara (17/1). Longsor yang terjadi di beberapa titik tersebut membuat arus lalu lintas di daerah itu lumpuh total. ANTARA/Fiqman Sunandar

    Dua alat berat membersihkan longsoran tanah yang menutupi jalan Tomohon-Manado di Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara (17/1). Longsor yang terjadi di beberapa titik tersebut membuat arus lalu lintas di daerah itu lumpuh total. ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras kembali menyebabkan banjir dan longsor di Indonesia. Kali ini bencana menimpa di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Utara.

    Kepala Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana tersebut mengakibatkan empat orang tertimbun material longsor dan merusak sedikitnya 40 rumah.

    Sutopo menuturkan banjir dan gempa ini menimpa sembilan wilayah di Sulawesi Utara, antara lain Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Tahuna Barat, Tahuna, Manganito Selatan, Manganito, Tatowareng, Kendahe, Tabukan Utara, dan Tamako.

    Bencana yang terjadi sekitar pukul 05.30 Wita ini diakibatkan hujan deras dan gelombang pasang. "Ditambah struktur tanah yang labil di daerah perbukitan," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juni 2016.

    Hingga saat ini BPBD bersama satuan Tentara Nasional Indonesia, kepolisian, tim SAR, dinas kesehatan, dinas sosial, dinas pekerjaan umum, dan relawan masih mendata korban dan jumlah pasti kerugian. Tim juga mendirikan posko tanggap darurat di setiap kecamatan dan mendirikan dapur umum.

    Belum lama ini bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Setidaknya 47 orang tewas dan 15 lainnya masih hilang. Hujan lebat menjadi pemicu utama longsor terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

    Sutopo mengimbau masyarakat untuk waspada sebab potensi banjir dan longsor masih tinggi seiring perkiraan curah hujan masih tinggi.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.