Longsor Banjarnegara, Jumlah Pengungsi Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkat jenazah yang berhasil ditemukan dalam pencarian korban longsor di hari ketujuh, Banjarnegara, Jawa Tengah, 19 Desember 2014. Total korban yang sudah ditemukan mencapai 90 orang. Tempo/Aris Andrianto

    Petugas mengangkat jenazah yang berhasil ditemukan dalam pencarian korban longsor di hari ketujuh, Banjarnegara, Jawa Tengah, 19 Desember 2014. Total korban yang sudah ditemukan mencapai 90 orang. Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.COBanjarnegara - Jumlah pengungsi korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga hari ini, Selasa, 21 Juni 2016, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, terdapat 46 warga dari 14 keluarga yang mengungsi.

    Mereka mengungsi ke rumah-rumah warga yang berada di titik aman lantaran rumah mereka rusak diterjang longsor. “Selain itu, mereka yang mengungsi karena akses ke tempat tinggal mereka terputus,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara, Andri Sulistiyo, kepada Tempo, Selasa. Andri mengatakan mereka berasal dari tiga Rukun Warga (RW), yakni RW 011, 007, dan 005. Sebelumnya, pada Ahad, 19 Juni 2016, BPBD melaporkan terdapat sembilan warga yang mengungsi.

    Menurut Andri, tidak ada penetapan darurat bencana untuk longsor kali ini. Petugas gabungan hanya melakukan operasi selama dua hari. “Setelah itu operasi dihentikan,” ujar Andri. Kendati demikian, saat ini penanganan terhadap para pengungsi sama seperti kondisi darurat.

    BPBD juga mengimbau penduduk tetap waspada meski longsor telah berhenti. Setidaknya sampai musim hujan berhenti. “Kami menyiapkan satu posko di desa setempat untuk melayani pengungsi dan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.” Menurut Andri, jarak lokasi bencana dengan posko cukup jauh, yakni sekitar 8 kilometer. Hal itu sempat menjadi kendala bagi petugas dalam melakukan evakuasi.

    Bencana tanah longsor yang melanda Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Banjarnegara ini terjadi pada Sabtu malam, 18 Juni 2016. Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah warga rusak. Longsor juga memutus jalan dan jembatan yang menjadi akses utama perekonomian penduduk. BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah yang mengalami kerusakan. “Hari ini (Selasa) kami masih cek,” kata Andri. Menurut dia, petugas mengalami kendala karena medan yang cukup sulit.

    Enam orang dilaporkan tewas tertimbun tanah longsor. Koordinator Search and Resque Banjarnegara, Slamet, mengatakan tanah longsor menimpa sejumlah rumah di RT 003/RW 010 dan di RT 007/RW 011. Mereka yang tewas adalah Sudarno, 40 tahun, Ahmad Bahrudin (40), dan Warto (40). Ketiganya merupakan warga RT 003/RW 010. Mereka yang sedang membersihkan longsoran di jalan tiba-tiba tertimbun longsor susulan. “Ketiganya dievakuasi pada hari itu juga sekitar pukul 21.23 WIB,” kata Slamet.

    Tiga orang lainnya yang ditemukan tewas tertimbun longsor adalah Tariwen, 45 tahun, Titin binti Karsum (10), dan Vina binti Sari (10). Mereka adalah warga RT 007/RW 011, Desa Gumelem Kulon. Petugas berhasil mengevakuasi ketiganya sekitar pukul 22.30 WIB.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.