Kemenkes Bantah Ada Penyebaran Virus Zika di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    Nyamuk Aedes albopictus betina menyedot makan darah dari kulit manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. sedang menyelidiki mewabahnya virus Zika yang diduga ditularkan oleh nyamuk tersebut ataupun Aedes aegypti. James Gathany/CDC via AP

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Kesehatan membantah informasi mengenai adanya penyebaran virus Zika di Bali. Hal itu menyusul imbauan Australia melalui situs web http://smartraveller.gov.au/ per 17 Juni 2016 bahwa saat ini sedang ada penyebaran virus Zika di Indonesia, terutama Bali.

    Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan Indonesia bukanlah daerah endemis. "Dan juga bukan daerah tertular Zika," katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 18 Juni 2016.

    Oscar mengklaim hingga saat ini hanya ada satu kasus virus Zika di Indonesia yang menyerang seorang warga Jambi pada 2015. "Konfirmasi melalui laboratorium Eijkman," katanya. Menurut dia, dari laporan Laboratorium Biomedis Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, saat ini belum ada warga yang dinyatakan terkena virus Zika.

    Terkait dengan seorang warga asal Blitar yang diketahui terjangkit virus Zika saat tiba di Taiwan, Oscar mengatakan hal itu masih terus ditelusuri. Sebab, kata dia, dari hasil penelitian di Blitar, wilayah itu negatif terkena virus Zika.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.