Sebelum ke Semeru, Lionel Mendaki Papandayan dan Merapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    TEMPO.CO, Lumajang - Pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux yang hilang di Gunung Semeru sejak sembilan hari lalu ternyata sosok yang gemar naik gunung. Sebelum mendaki Gunung Semeru, Lionel mendaki Gunung Papandayan dan Gunung Merapi.

    Informasi tersebut berdasakan pengakuan dari Alice Guignard, teman survivor saat mendaki Semeru. "Ternyata survivor ini sebelum mendaki ke Gunung Semeru, dia sudah mendaki ke beberapa gunung diantaranya Gunung Papandayan dan Merapi," kata Koordinator SAR  Tawonsongo, Jefriansyah. Dia mengatakan survivor ini memiliki jiwa petualang tinggi.

    Lionel diperkirakan terus berjalan untuk mencari jalan keluar. "Mungkin dari kejadian yang dihadapi, dia tetap mencari celah dan jalan keluar, makanya survivor akan terus bergerak," kata Jefriansyah. Untuk profil Lionel, menurut Jefri, dia seorang pendaki. "Sudah beberapa gunung di Indonesia ataupun di luar negeri sudah didaki, untuk detailnya kami belum tahu," katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Lionel putus kontak terhitung sejak Jumat lalu, 3 Juni 2016. Open SAR dimulai sejak Kamis, 9 Juni 2016 dan untuk kemudahan kegiatan maka pendakian Semeru di tutup. Lionel Du Creaux dan Alice Guignard berangkat dari Malang, dan masuk ke Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada pukul 07.00 WIB dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos dan tanpa register/tiket alias mendaki secara ilegal.

    Pada pukul 10.22 WIB sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Tiba di Kalimati sekitar pukul 11.55 WIB Selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede sekitar pukul 14.01 WIB. Pada pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat. Namun Leonil tetap melanjutkan ke puncak. Lantaran tidak kuat ke puncak, Alice memutuskan kembali ke Kalimati.

    Karena tidak tahu jalan Alice tersesat tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggungan bukit arah ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi Alice bertahan dan menunggu selama dua hari malam. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri, dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakannya minta tolong dan kebetulan didengar Heri.

    Selanjutnya Alice di bawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya survivor kepada petugas di Resort Ranu Pani.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.