Pacitan Kembangkan Desa Tangguh Bencana di Daerah Pesisir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah truk melintas di jalur mudik yang menghubungkan Ponorogo - Pacitan, Jawa Timur yang tergerus longsor,  28 Juni 2015. Sejak Mei lalu diterapkan sistim buka tutup di titik jalan yang lebih dari separuh badannya ambrol. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Sebuah truk melintas di jalur mudik yang menghubungkan Ponorogo - Pacitan, Jawa Timur yang tergerus longsor, 28 Juni 2015. Sejak Mei lalu diterapkan sistim buka tutup di titik jalan yang lebih dari separuh badannya ambrol. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Pacitan - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengembangkan desa tangguh bencana untuk menanggulangi gempa, tsunami, banjir, rob, tanah longsor dan La Nina.

    ‘’Desa tangguh merupakan upaya antisipasi bencana melalui pemberdayaan masyarakat,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto, Kamis, 9 Juni 2016.

    Ada empat desa tangguh bencana yang berada di pesisir Pacitan. Tiga di antaranya di wilayah Kecamatan Pacitan, yaitu Sirnoboyo, Kembang, dan Sidoharjo. Selain itu, Watukarung di Kecamatan Pringkuku dan Taman di Kecamatan Ngadirojo.

    Program tersebut telah dirintis sejak 2013,  seiring dengan kebijakan nasional. Menurut Tri, desa tangguh merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah setempat menghadapi bencana alam yang potensinya tinggi.

    Upaya lain dengan menerapkan desa terpadu di bawah komando Dinas Kelautan dan Perikanan juga desa siaga, program dari Dinas Kesehatan. ‘’Masing-masing instansi terkait saling bekerja sama termasuk anggaran pengurangan resiko bencana,’’ tutur dia.

    Saat gelombang pasang menerjang sejumlah warung di Pantai Klayar, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Rabu kemarin, misalnya, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang berwenang melakukan pendataan dan perbaikan. Sebab, tempat usaha yang rusak tersebut masuk di dalam kawasan wisata.

    Apabila ada rumah yang rusak akibat bencana alam, BPBD akan mendata dan mengiventarisasi. Bantuan dana pun diberikan setelah dinyatakan layak dan memenuhi kriteria. Anggaran untuk perbaikan rumah tersebut, kata Tri, sebanyak Rp 100 juta. ‘’Sifatnya hibah,’’ ujar Tri. Adapun alokasi dana untuk dana tanggap darurat sebesar Rp 1,5 miliar.

    Disinggung tentang sosialiasi yang dilakukan BPBD dalam mengantisipasi bencana, Tri mengatakan terus ditingkatkan. Selain terjun langsung ke lapangan juga mengintensifkan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, di antaranya relawan di tiap kecamatan, Radio Amatir Republik Indonesia, dan Tim SAR kepolisian.

    Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Pacitan Ratna Budiono menambahkan sosialisasi juga menggunakan media sosial seperti grup whatsapp dan facebook. Di media tersebut segala informasi yang berkaitan dengan kebencanaan bisa dilihat.

    ‘’Kami sadar tidak semua warga bisa mengakses media yang kami gunakan bersosialisasi. Tapi, paling tidak warga sudah mulai paham penanggulangan bencana,’’ Ratna menjelaskan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.