Simposium Anti-PKI, Lulung: Banyak Generasi Muda Enggak Ngerti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Lunggana hadir di Simposium Anti PKI di Balai Kartini, Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    Abraham Lunggana hadir di Simposium Anti PKI di Balai Kartini, Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.COJakarta - Ketua Pengurus Pemuda Panca Marga Abraham Lunggana meminta masyarakat Indonesia peka terhadap kemunculan komunisme baru di Indonesia. Lulung, sapaan akrabnya, menyambut baik penyelenggaraan Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Hotel Aryaduta pada April lalu dan Simposium Anti-PKI di Balai Kartini, Jakarta, pada 1-2 Juni 2016.

    Lulung mengatakan sudah saatnya kubu pro dan kontra PKI serta semua pihak di negeri ini mendinginkan suasana. Ia menyarankan agar pemerintah kembali memasukkan pelajaran sejarah untuk PKI dan sejarah reformasi. "Mereka, generasi muda, enggak ngerti," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut di sela penyelenggaraan simposium, Rabu 1 Juni 2016. "Sudahlah, cooling down."

    "Kita harus peka mengantisipasi tumbuhnya penyakit komunis. Saya positive thinking simposium di Aryaduta dan Balai Kartini karena tokoh yang datang baik semua," ujar Lulung. 

    Meskipun begitu, ia berharap tidak terjadi dikotomi dalam dua simposium tersebut. "Yang paling penting, peka dan jangan beri ruang PKI. Kita pernah punya suatu komitmen membubarkan paham komunis," tuturnya. Secara alamiah, kata Lulung, anggota dan simpatisan PKI sudah selesai. Menurut dia, rekonsiliasi, penerbitan buku tentang PKI, dan pembongkaran kuburan tidak perlu dilakukan.

    Lulung menilai rencana pembongkaran makam massal korban 1965 akan menyakiti hati rakyat Indonesia. Apabila kuburan sudah dibongkar, dia melanjutkan, akan ada lagi lembaga hak asasi manusia internasional mengutuk Indonesia agar negara ini meminta maaf. "Minta maaf kepada siapa? Separatis? Enggak mungkin dong kepada pemberontak negara minta maaf," ucapnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.