Presiden Jokowi Putuskan 1 Juni Hari Lahir Pancasila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo akan mengumumkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dalam peringatan kelahiran Pancasila 1 Juni 1945 di Bandung, Rabu 1 Juni 2016 esok. Juru Bicara Presiden Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, penentuan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila akan diumumkan besok melalui Keputusan Presiden. "Penentuan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila akan diumumkan besok melalui keppres," kata Johan.

    Johan mengatakan, ia juga belum mengetahui apakah Keputusan Presiden akan mengatur 1 Juni sebagai hari libur nasional. Namun ia memastikan, jikalau dijadikan hari libur nasional, maka tidak akan berlaku besok.

    "Kalaupun 1 Juni dijadikan hari libur berlakunya akan tahun depan," ucap Johan.

    SIMAK: Peringati Pancasila, Jokowi dan Mega Teken Manifesto

    Desakan menjadikan tanggal 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila sudah dikumandangkan berbagai kelompok.  Nahdlatul Ulama atau NU dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bahkan secara resmi dan kelembagaan sebelumnya meminta kepada Presiden Jokowi untuk menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

    Desakan itu juga disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam peringatan Hari Lahir ke 93-NU di Lapangan Candra Wilwatika Pasuruan, Jawa Timur. Dalam acara itu, hadir pula Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri. " Kami telah melakukan kajian akademis, yang bersifat historis dan ideologis, untuk menjadikan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila," kata Said Aqil.

    SIMAK: Harlah Ke-93, NU Usulkan 1 Juni Jadi Hari Lahir Pancasila

    Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pada acara itu juga mengungkapkan keheranannya, mengapa gagasan menetapkan 1 Juni sebagai hari nasional tidak kunjung terealisasi. Ia menyayangkan jika gagasan tersebut tidak diwujudkan karena ingin mengeliminasi peran Presiden Soekarno dalam kelahiran Pancasila.

    BACA: Pancasila Harga Mati

    "Kalau seumpamanya bukan Bung Karno, apa dijadikan hari nasional? Aneh kadang pikiran bangsa kita ini, seperti ambivalen, sejarah diombang-ambing," ujarnya

    SIMAK: Mega: SBY Berjanji Hari Pancasila Jadi Libur Nasional. Mana?

    Megawati juga menyebutkan, sempat menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah menyatakan akan menjadikan  Hari Pancasila 1 Juni sebagai hari libur nasional. Ini agar 1 Juni dimanfaatkan untuk memperingati kelahiran Pancasila dan momentum merekatkan bangsa.

    Saya nagih SBY pada tanggal 1 Juni jadikan hari libur nasional. Sampai hari ini pun boro-boro...," kata Megawati.

    WDA | ITSMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.