25 KK Warga Karo Dievakuasi dari Zona Merah Gunung Sinabung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan panas meluncur dari puncak Gunung Sinabung ketika terjadi guguran kubah lava terlihat dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 10 Januari 2016. Aktivitas Gunung Sinabung tercatat masih tinggi, dalam sehari Sinabung erupsi hingga tiga kali dengan letusan menyemburkan kolom abu hingga ketinggian 1.500-2.000 meter dari puncak. ANTARA/Rony Muharrman

    Awan panas meluncur dari puncak Gunung Sinabung ketika terjadi guguran kubah lava terlihat dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 10 Januari 2016. Aktivitas Gunung Sinabung tercatat masih tinggi, dalam sehari Sinabung erupsi hingga tiga kali dengan letusan menyemburkan kolom abu hingga ketinggian 1.500-2.000 meter dari puncak. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.COMedan – Kepolisian Resor Tanah Karo bekerja sama dengan personel TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan evakuasi terhadap korban dan masyarakat yang masih berada di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, keluar dari zona merah (zona larangan).

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan hari ini dilakukan evakuasi warga yang masih bertahan di zona merah serta mengimbau warga desa agar tak melakukan aktivitas serta memasuki zona larangan. "Personel kita (polisi) sudah memulai evakuasi sejak kemarin," kata Rina Sari, Ahad, 22 Mei 2016.

    Korban meninggal dunia tersapu awan panas Sinabung bertambah menjadi enam. Mereka adalah warga Desa Gamber, yakni Karman Meliala, 60 tahun, Irwansyah Sembiring, Nanin Beru Sitepu (50), Leo Peranginangin (25), Mulip Ginting (45), dan Ersada Ginting (55).

    Baca Juga: Tren Bencana 2016 Versi BNPB 

    Adapun yang kritis akibat luka bakar telah dirujuk ke Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, yakni Ibrahim Sembiring, Cahaya Sembiring, dan Cahaya Beru Tarigan. 

    Saat kejadian, ucap Rina, para korban berada di Desa Gamber sedang berladang di zona merah (jarak radius 5 kilometer dari Gunung Sinabung). "Dari keterangan warga, ada 25 kepala keluarga yang melakukan aktivitas berladang di zona merah."

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menginstruksikan kepada Bupati Karo, Sumatera Utara, agar mengambil langkah cepat untuk mengosongkan zona merah dari semburan awan panas Gunung Sinabung, yaitu di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

    “Patroli, penjagaan, dan sosialisasi agar ditingkatkan. Aparat supaya lebih tegas melarang masyarakat menerobos zona merah,” ujar Willem dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 22 Mei 2016.

    Willem menambahkan, ancaman Gunung Sinabung tidak hanya letusan disertai awan panas. Namun ada potensi banjir lahar dingin akibat letusan tersebut.

    Simak: Partai Demokrat Tak Mau Calon Kapolri Berstatus Tersangka  

    Aktivitas vulkanis di Gunung Sinabung masih dalam kategori tinggi. Willem menyebutkan potensi letusan susulan masih akan terjadi, disertai semburan awan panas dari sisi timur, tenggara, dan selatan Gunung Sinabung. Menurut Willem, adanya pasokan magma dari perut Gunung Sinabung mengakibatkan guguran lava yang akan menghasilkan awan panas setelah pertumbuhan kubah lava. Awan panas adalah campuran material berukuran debu hingga blok. Suhunya bisa mencapai lebih dari 700 derajat Celsius yang meluncur dengan kecepatan bisa di atas 100 kilometer per jam.

    Willem menambahkan, sambil menunggu relokasi selesai dilakukan, BNPB telah memberikan bantuan sewa rumah sebesar Rp 3,6 juta per kepala keluarga setiap tahun. Selain itu, diberikan bantuan sewa lahan pertanian sebesar Rp 2 juta per tahun untuk setiap kepala keluarga.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.